Yasin Limpo mengeluhkan sanksi sosial sebelum dijatuhi hukuman

Yasin Limpo Mengeluh Dapat Sanski Sosial Sebelum Divonis Bersalah

Topautopay.com – Yasin Limpo mengeluhkan sanksi sosial yang ia hadapi sebelum dijatuhi hukuman. Dikarenakan tindakannya yang melanggar hukum, ia merasakan tekanan dari masyarakat sekitar. Hal ini membuatnya merasa tidak adil dan ingin mendapatkan perlakuan yang lebih bijaksana.

Syahrul Yasin Limpo mengeluhkan dirinya mendapat sanksi sosial dari masyarakat sebelum divonis bersalah dalam kasus yang menjeratnya. (Medkom/Chandra)

MANTAN Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mengeluhkan dirinya mendapat sanksi sosial dari masyarakat sebelum divonis bersalah dalam kasus yang menjeratnya.

Bacaan Lainnya

“Walaupun masuk akal untuk berasumsi bahwa tidak bersalah adalah prinsip yang harus kita hormati bersama, namun masyarakat sudah memberikan sanksi sosial dan moral atas tuduhan yang dituduhkan kepadanya, meski belum tentu benar,” kata pengacara Syahrul, Djamaluddin Koedoeboen dalam pernyataannya. pembacaan eksepsi kliennya ke Pengadilan tipikor di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu (23 Maret).

Kesaksian sosial tidak hanya diberikan kepada diri sendiri, namun juga kepada keluarga.

Baca juga: Yasin Limpo Cari Upaya Hukum Atas Perbedaan Kepentingan Politik

Ia juga menyebut kiprahnya sebagai Menteri Pertanian dalam penerapan hukuman sosial sempat terlupakan. Padahal, kata Djamaluddin, Syahrul bekerja dengan ikhlas untuk mengupayakan stabilitas pertanian di Indonesia.

“Yang miris bagi kita semua adalah, jika terdakwa mempunyai hati yang ikhlas dan mengabdi serta mengabdikan jiwa raganya dan sebagian besar hidupnya dicurahkan sepenuhnya untuk kemajuan bangsa dan negara yang dicintainya,” kata Djamaluddin. .

Syahrul juga mengatakan, masyarakat sudah melupakan prestasinya untuk Indonesia saat menjabat Menteri Pertanian. Bahkan, kata Djamaluddin, kliennya telah mengharumkan nama pemerintah di kancah nasional dan internasional.

Baca juga: Yasin Limpo Hari Ini Bacakan Pengecualian Jaksa Penuntut Umum

“Berbagai prestasi dan penghargaan yang diperoleh beliau di tingkat nasional dan internasional setelah menjabat sebagai Menteri Pertanian RI pada tahun 2019-2024,” kata Djamaluddin.

Syahrul didakwa menerima suap dan menahan dana Kementerian Pertanian. Total potongan dana sebesar Rp44.546.079.044, sedangkan tipnya sebesar Rp40.647.444.494.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Pertanian nonaktif Kasdi Subagyono dan Direktur Alat dan Mesin Pertanian nonaktif Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Kementerian Pertanian Muhammad Hatta turut serta dalam penerimaan bantuan tersebut. dana.

Dalam kasus penahanan dana, Syahrul, Kasdi, dan Hatta disangkakan melanggar Pasal 12 huruf e Juncto, Pasal 18 UU RI No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Republik Indonesia No. 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi terkait Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP terkait Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Sementara dalam dugaan penerimaan uang tip, Syahrul disangkakan melanggar Pasal 12 B Jo Pasal 18 UU Tipikor Jo Pasal 55 Ayat 1 KUHP Jo Pasal 64 Ayat 1 KUHP. (Z-3)

Yasin Limpo mengeluhkan sanksi sosial yang diterimanya sebelum dijatuhi hukuman. Dia merasa dikucilkan oleh masyarakat dan merasa tidak adil. Meski demikian, Yasin masih menghormati proses hukum yang sedang berjalan dan siap menerima konsekuensinya.

Source

Pos terkait