Turunnya spanduk Prabowo-Gibran, lapor Bawaslu

Turunkan Spanduk Prabowo-Gibran, Bawaslu Dilaporkan ke Polisi.

Topautopay.com – Turunnya spanduk Prabowo-Gibran menjadi sorotan setelah dilaporkan ke Bawaslu. Hal ini menunjukkan ketidakpatuhan terhadap aturan kampanye. Tindakan ini memicu perdebatan tentang etika kampanye dan pentingnya menjaga netralitas dalam pesta demokrasi. Semua pihak diharapkan dapat menghormati aturan yang telah ditetapkan demi terciptanya pemilu yang bersih dan adil.

Tim Pemilihan Kepala Daerah (TKD) pasangan calon presiden dan wakil presiden Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka melaporkan Ketua Badan Pengawasan Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Batam dan Bawaslu Provinsi Kepulauan Riau karena melepas spanduk berukuran besar yang dipasang di landmark Selamat Datang di Batam. Tim Kuasa Hukum TKD Prabowo Gibran Provinsi Kepri mendatangi Mapolres Barelang Batam, untuk membuat laporan kerusakan alat peraga kampanye atau APK raksasa yang terpasang pada ikon kota Batam. Tim TKD melaporkan keduanya karena menurunkan dua spanduk berukuran besar yang dipasang di monumen Selamat Datang di Batam. Baca juga: Bawaslu Cari Anggota Satpol PP Garut Pendukung Gibran Menurut tim kuasa hukum TKD Prabowo Gibran Kepri, mereka mengaku sudah mendapat izin. Pemerintah Kota Batam memasang baliho ikon Kota Batam, khususnya tulisan Selamat Datang di Batam yang kini menjadi tempat wisata dan foto para wisatawan. “Hal ini kami laporkan ke Polsek Balerang, dalam hal ini kami ajukan pengaduan yang menyatakan bahwa pengrusakan tersebut dilakukan oleh Bawaslu Presiden Kepri dan Bawaslu Presiden Kota Batam. Terkait pemasangan baliho Prabowo dan Gibran di Welcome To Batam, kami dari Prabowo Gibran Tim TKD Kepri “Kami sudah melayangkan surat ke Pemkot Batam dan sudah mendapat izin. Sebelum pasang baliho, kami sudah mendapat izin,” ujar Musrin, tim kuasa hukum TKD Prabowo Gibran, Kepri. Landmark kota Batam, melanggar peraturan pemilu terkait lokasi yang dilarang menggunakan alat peraga kampanye atau APK.(Z-3)

Tim Pemilihan Kepala Daerah (TKD) pasangan calon presiden dan wakil presiden Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka melaporkan Ketua Badan Pengawasan Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Batam dan Bawaslu Provinsi Kepulauan Riau karena melepas spanduk berukuran besar yang dipasang di landmark Selamat Datang di Batam.

Bacaan Lainnya

Tim Kuasa Hukum TKD Prabowo Gibran Provinsi Kepri mendatangi Mapolres Barelang Batam, untuk membuat laporan kerusakan alat peraga kampanye atau APK raksasa yang terpasang pada ikon kota Batam.

Tim TKD melaporkan keduanya karena menurunkan dua spanduk berukuran besar yang dipasang di monumen Selamat Datang di Batam.

Bawaslu sedang mencari anggota Satpol PP Garut yang mendukung Gibran

Menurut tim kuasa hukum TKD Prabowo Gibran Kepri, mereka mengaku sudah mendapat izin. Pemerintah Kota Batam memasang baliho ikon Kota Batam, khususnya tulisan Selamat Datang di Batam yang kini menjadi tempat wisata dan foto para wisatawan.

“Hal ini kami laporkan ke Polsek Balerang, dalam hal ini kami ajukan pengaduan yang menyatakan bahwa pengrusakan dilakukan oleh Bawaslu Presiden Kepri dan Bawaslu Presiden Kota Batam. Terkait pemasangan baliho Prabowo dan Gibran di Welcome To Batam, kami dari pihak Prabowo Tim TKD Gibran Kepri adalah “Kami sudah melayangkan surat ke Pemerintah Kota Batam dan sudah mendapat izin. Sebelum pasang baliho itu, kami sudah mendapat izin,” kata Musrin, tim kuasa hukum TKD Prabowo Gibran, Kepri.

Elektabilitas Prabowo-Gibran cenderung stagnan

Sementara itu, menurut Bawaslu, lokasi pemasangan spanduk raksasa Prabowo Gibran di landmark Kota Batam melanggar aturan pemilu terkait lokasi yang dilarang menggunakan alat peraga kampanye atau APK. (Z-3)

Spanduk Prabowo-Gibran yang turun di Depok melanggar aturan kampanye. Bawaslu menerima laporan dan akan menindaklanjuti pelanggaran tersebut. Masyarakat diharapkan untuk tetap mematuhi aturan kampanye sehingga Pemilu berlangsung adil dan berkualitas.

Source

Pos terkait