Tujuh Prinsip Kwanzaa | Hot News

Tujuh Prinsip Kwanzaa |  CNN

Topautopay.com – Kwanzaa adalah sebuah perayaan budaya Afrika-Amerika yang dirayakan selama tujuh hari pada akhir Desember. Tujuh prinsip Kwanzaa, atau Nguzo Saba, mencakup persatuan, tanggung jawab, kerja keras, kreativitas, tujuan, kerja sama, dan iman. Acara ini melibatkan pemujaan, tarian, musik, dan pertemuan keluarga.

Hot News—

Bacaan Lainnya

Natal mungkin sudah berakhir, tapi Kwanzaa baru saja dimulai.

Tanggal 26 Desember menandai awal Kwanzaa, juga dieja Kwanza (dengan satu ‘a’ di akhir). Ini adalah hari libur non-agama selama tujuh hari yang dirayakan di AS, dan dimaksudkan untuk menghormati akar leluhur orang Afrika-Amerika. Perayaan ini berlangsung hingga 1 Januari.

Namanya berasal dari istilah Swahili “matunda ya kwanza”, yang berarti “buah sulung”.

Didirikan pada tahun 1966 oleh Maulana Karenga, seorang nasionalis kulit hitam dan profesor studi pan-Afrika di Cal State University, Long Beach, Kwanzaa mendapatkan popularitas pada tahun 1980an dan 1990an bersamaan dengan gerakan Black Power — menjadikannya trio liburan musim dingin bersama dengan Hanukkah dan Natal.

Hari raya ini ditentukan oleh Nguzo Saba, atau tujuh prinsip. Setiap hari festival didedikasikan untuk prinsip tertentu, dan ditandai dengan menyalakan lilin baru di kinara, tempat lilin bercabang tujuh.

Meskipun Kwanzaa tidak begitu terkenal seperti dulu, tujuh prinsipnya masih berlaku bagi sebagian orang. Berikut ini sekilas tentang prinsip-prinsip tersebut dan apa artinya.

Umoja berarti kesatuan dalam bahasa Swahili.

Suku Karenga mendefinisikannya di situs web Kwanzaa mereka sebagai: “Mengupayakan dan menjaga persatuan dalam keluarga, komunitas, bangsa, dan ras.”

Atau penentuan nasib sendiri. Prinsip ini adalah tentang mendefinisikan, memberi nama, mencipta, dan berbicara untuk diri Anda sendiri.

Diterjemahkan sebagai “kerja kolektif dan tanggung jawab”, ujima bertujuan untuk mengangkat komunitas Anda.

“Untuk membangun dan menopang komunitas kita bersama-sama dan menjadikan masalah saudara-saudari kita sebagai masalah kita dan menyelesaikannya bersama-sama,” tulis Karenga.

Ekonomi koperasi. Mirip dengan paman, prinsip ini juga berlaku pada kemajuan ekonomi komunitas Anda. “Bangun dan pelihara toko, pertokoan, dan bisnis lain Anda sendiri dan dapatkan keuntungan darinya bersama-sama,” katanya.

Nia artinya tujuan.

Karenga memperluas prinsip ini dengan mengatakan: “Untuk mewujudkan panggilan kolektif kita dengan membangun dan mengembangkan komunitas kita guna mengembalikan masyarakat kita ke kehebatan tradisional mereka.”

Berarti “kreativitas”, Karenga mendefinisikan prinsip ini sebagai “selalu melakukan sebanyak yang kita bisa, dengan cara yang kita bisa, untuk menjadikan komunitas kita lebih indah dan berguna daripada yang kita warisi.”

Prinsip terakhir diterjemahkan sebagai “iman”.

Karenga mendefinisikannya sebagai kepercayaan pada masyarakat, dengan menulis: “Percaya dengan sepenuh hati pada rakyat kami, orang tua kami, guru kami, pemimpin kami dan keadilan serta kemenangan perjuangan kami.”

Tujuh Prinsip Kwanzaa adalah panduan nilai-nilai dalam perayaan Kwanzaa. Prinsip-prinsip ini meliputi kreativitas, kerja sama, tujuan, tanggung jawab, imani (keyakinan), pembangunan swadaya, dan kepercayaan. Melalui pengamatan prinsip ini, perayaan Kwanzaa mempromosikan kesatuan, pertumbuhan, dan kekuatan komunitas. Selamat merayakan Kwanzaa!

Source

Pos terkait