Tabrakan antara mobil dan kereta perbekalan di Cilame, 3 orang tewas

Tabrakan Mobil dan Kereta Feeder di Cilame, 3 Orang Tewas

Topautopay.com – Pada hari Senin, sebuah tabrakan maut terjadi antara mobil dan kereta perbekalan di Cilame. Kejadian tersebut menyebabkan tiga orang tewas di tempat. Insiden tersebut mengakibatkan kerusakan yang parah pada kedua kendaraan tersebut. Pihak berwenang sedang melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti dari kecelakaan tersebut.

Sebuah mobil yang membawa enam orang tertabrak kereta pengumpan di perlintasan kereta api di Desa Sumur Bor, Desa Cilame, Kecamatan Ngamprah, Provinsi Bandung Barat, pada Kamis (14/12) sore. Mobil minibus Daihatsu Sigra no pol D 1859 AJY terseret ratusan meter hingga mogok. Berdasarkan informasi yang dihimpun, kendaraan yang ditumpangi korban merupakan mobil sewaan yakni taksi online yang dikemudikan Ponidi. Ponidi mengangkut penumpang dari Cilama menuju kota Bandung. Mereka adalah Rena Putri, Neneng Rosmayanti, Heni Rohani, bayi berusia 1-2 tahun, dan Vika. Mereka semua tinggal di Desa Simpati RT 03/RW 05, Desa Cilame, Kecamatan Ngamprah. Kepala Desa Cilame, Aas Mochamad Ansor membenarkan, korban adalah warganya. Informasi sementara yang diterimanya, ada tiga orang yang tewas dalam kejadian tersebut. Berdasarkan informasi sementara yang diterima, korban meninggal dunia ada tiga orang yaitu Ponidi, Vika dan bayinya. Baik korban meninggal maupun luka telah dipindahkan ke RSUD Cibabat, kata Aas. Ia mengatakan, kendaraan korban ditabrak kereta pengumpan jurusan Padalarang-Bandung. Tabrakan pun tak terhindarkan, dan minibus terseret cukup jauh. Aas mengaku khawatir dengan kecelakaan yang memakan korban jiwa tersebut. Pasalnya kejadian ini bukan yang pertama, sudah terjadi beberapa kali, namun belum pernah ada upaya preventif dari pihak terkait. “Hal itu sering terjadi, tapi sampai saat ini belum ada dari PT KAI, misalnya pembangunan pembatas. Seingat saya, itu diusulkan oleh Dinas Perhubungan, tapi sampai saat ini belum ada kejelasan. Sampai saat ini hanya warga. Dijaga, dan atas inisiatif sendiri,” ucapnya. Disiplin Sementara itu, Manajer Humas Daop 2 Bandung, Ayep Hanapi, meminta masyarakat disiplin, khususnya saat melintasi perlintasan kereta api. Sesuai UU Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian Pasal 124 menyebutkan, pada persimpangan antara kereta api dan jalan raya, pengguna jalan wajib mengutamakan perlintasan kereta api,” ujarnya. Menurut Ayep, kecelakaan di perlintasan kereta api tidak hanya merugikan pengguna jalan tetapi juga PT KAI. Tidak jarang perjalanan kereta api menjadi sulit, sarana atau prasarana kereta api rusak, dan pegawai KAI mengalami luka-luka akibat kecelakaan di perlintasan kereta api. Untuk mengurangi angka kecelakaan dan korban jiwa, masyarakat diharapkan semakin meningkatkan disiplin berlalu lintas, kesadaran dan pemahaman terhadap fungsi penyeberangan. (SG)

Sebuah mobil yang membawa enam orang tertabrak kereta pengumpan di perlintasan kereta api di Desa Sumur Bor, Desa Cilame, Kecamatan Ngamprah, Provinsi Bandung Barat, pada Kamis (14/12) sore.

Bacaan Lainnya

Mobil minibus Daihatsu Sigra no pol D 1859 AJY terseret ratusan meter hingga mogok. Berdasarkan informasi yang dihimpun, kendaraan yang ditumpangi korban merupakan mobil sewaan yakni taksi online yang dikemudikan Ponidi.

Ponidi mengangkut penumpang dari Cilama menuju kota Bandung. Mereka
Rena Putri, Neneng Rosmayanti, Heni Rohani, bayi berusia 1-2 tahun dan Vika. Mereka semua tinggal di Desa Simpati RT 03/RW 05, Desa Cilame, Kecamatan Ngamprah.

Kepala Desa Cilame, Aas Mochamad Ansor membenarkan adanya korban
adalah warga negaranya. Informasi sementara yang diterimanya, kejadian tersebut
menyebabkan kematian tiga orang.

“Sesuai data sementara yang diterima, ada tiga orang tewas
Bawa Vika dan bayinya. Baik tewas maupun terluka
“Dia dibawa ke RSUD Cibabat,” kata Aas.

Ia mengatakan, kendaraan korban ditabrak kereta pengumpan jurusan Padalarang-Bandung. Tabrakan pun tak terhindarkan, dan minibus terseret cukup jauh.

Aas mengaku khawatir dengan kecelakaan yang memakan korban jiwa tersebut. Pasalnya kejadian ini bukan yang pertama, sudah terjadi beberapa kali, namun belum pernah ada upaya preventif dari pihak terkait.

“Hal ini sudah sering terjadi, namun hingga saat ini pihak PT belum mengambil tindakan apa pun
KAI, misalnya, memproduksi door stop. Seingat saya, itu diusulkan oleh Kementerian Perhubungan, tapi sampai saat ini belum ada kejelasan. “Sampai saat ini hanya dijaga oleh warga, dan itu atas inisiatif mereka,” ujarnya.

Disiplin

Sementara itu, Manajer Humas Daop 2 Bandung, Ayep Hanapi meminta masyarakat disiplin, khususnya saat melintasi perlintasan kereta api.
Sesuai dengan UU No. 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian, Pasal 124 menyatakan bahwa pada persimpangan antara kereta api dan jalan raya, pengguna jalan wajib mengutamakan perjalanan dengan kereta api.

PT KAI Daop 2 Bandung mengimbau seluruh pengguna jalan untuk bersama-sama menghormati rambu-rambu yang ada dan lebih berhati-hati saat melintasi perlintasan kereta api, ujarnya.

Menurut Ayep, kecelakaan perlintasan sebidang tidak hanya merugikan
pengguna jalan tetapi juga PT KAI. Tidak jarang bepergian dengan kereta api
hambatan, kerusakan sarana atau prasarana perkeretaapian dan cederanya petugas KAI akibat kecelakaan di perlintasan kereta api.

Untuk mengurangi angka kecelakaan dan korban jiwa, masyarakat diharapkan semakin meningkatkan disiplin berlalu lintas, kesadaran dan pemahaman terhadap fungsi penyeberangan. (SG)

Tabrakan mematikan antara mobil dan kereta perbekalan di Cilame telah menewaskan 3 orang. Kejadian tragis ini menunjukkan pentingnya keselamatan di jalan raya dan perlunya kesadaran tentang aturan lalu lintas. Kami berduka atas kehilangan korban dan berharap agar kecelakaan serupa dapat dihindari di masa mendatang.

Source

Pos terkait