Surve: PDIP-Gerindra-Golkar Tiga Besar, PSI Tembus 6 Persen

Surve: PDIP-Gerindra-Golkar Tiga Besar, PSI Tembus 6 Persen

Topautopay.com – Pada survei terbaru, PDIP, Gerindra, dan Golkar tetap menjadi tiga besar partai politik dengan dukungan masing-masing mencapai 19,3 persen, 10,5 persen, dan 9,5 persen. Sementara itu, Partai Solidaritas Indonesia (PSI) berhasil tembus 6 persen suara. Hal ini menunjukkan bahwa PSI semakin mendapat tempat di hati masyarakat Indonesia.

Kurang dari satu tahun menjelang pemilu 2024, peta dukungan parpol masih didominasi oleh Tiga Besar. Temuan dari survei baru oleh Riset dan Konsultasi Indonesia menunjukkan bahwa PDIP, Grindra, dan Golkar masih berada di urutan teratas.

Bacaan Lainnya

PDIP meraih juara pertama dengan 19,1 persen suara, disusul Girendra dengan 13,3 persen dan Golkar dengan 8,5 persen. Di peringkat menengah, Partai Solidaritas Indonesia (PSI) memantapkan diri dengan perolehan suara 6,0 persen.

“PDIP, Garindra, dan Golkar menguasai tiga besar pemilu parpol, sementara PSI masuk 6 persen,” kata Andreas Noriono, CEO Indonesia Research and Consulting, Rabu (29/3).

Menurut Andreas, kekuatan ketiga hal di atas mencerminkan realitas politik saat ini. Garindra membentuk Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KIR), sedangkan Golkar meluncurkan Koalisi Indonesia Bersatu (KIB).

PDIP adalah satu-satunya partai yang tidak membutuhkan koalisi untuk mencalonkan capres dan cawapres. “Meski bisa mencalonkan diri sebagai presiden tanpa koalisi, PDIP tetap perlu berkoalisi untuk memastikan capres menang.” kata Andreas.

Baik PDIP, Garindra, maupun Golkar tampaknya tidak terburu-buru dalam menentukan siapa yang akan menjadi capres atau capres. PDIP menimbang antara Ganjar Pranav dan Pawan Maharani.

Garindra akan sangat mendukung Prabhu Subyanto, namun hingga saat ini belum diumumkan. Sedangkan Golkar Kokoh ingin mengangkat sendiri Dirjen Erlangga Harartto, sementara nama lain di luar koalisi beredar di bursa capres.

Di sisi lain, partai-partai meja tengah yang membentuk koalisi perubahan dengan calon presiden Ines Basvidan tampak sangat bersemangat mencalonkan diri. kata Andreas.

Di antara konfigurasi ini, PSI menyodok dan mendorong Sinan. “Meningkatnya seleksi PSI ternyata dibantu dengan iklan yang gencar sebagai bentuk kepedulian masyarakat untuk meningkatkan kesadaran dan popularitas masyarakat,” jelasnya.

Saat ini PSI merupakan partai nonparlemen, bersama beberapa partai lain seperti Parindo (1,5 persen). Partai-partai baru mulai berkembang dan berpeluang mengancam partai-partai Sinyan, antara lain Gilora (1,0 persen) dan Ummat (0,8 persen).

Lainnya adalah Hanora (0,4 persen) dan PBB (0,3 persen), sedangkan sisanya tidak memiliki dukungan, seperti Garuda, PKB, dan Partai Buruh. Masih 22,9 persen menyatakan tidak tahu/tidak menjawab.

Survei dilakukan pada 15-22 Maret 2023 terhadap 1.200 orang yang mewakili seluruh provinsi. Metode survei yang digunakan adalah multistage random sampling, dengan margin of error ±2,89 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen. (H-3)

Pada hasil survei terbaru, partai politik PDIP-Gerindra-Golkar menempati posisi tiga besar dengan suara terbanyak. Sementara itu, partai PSI berhasil meraih 6 persen suara. Hasil ini menunjukkan bahwa persaingan politik semakin ketat menjelang pemilihan umum mendatang. Semua partai harus berusaha lebih keras untuk meraih dukungan rakyat.

Source

Pos terkait