Sertifikasi Industri Hijau Tingkatkan Daya Saing Industri

Sertifikasi Industri Hijau Tingkatkan Daya Saing Industri

Topautopay.com – Sertifikasi industri hijau menjadi hal yang semakin penting untuk meningkatkan daya saing industri. Dalam era keberlanjutan, konsumen semakin sadar akan dampak lingkungan dari produk yang mereka beli. Sertifikasi industri hijau menunjukkan bahwa produk-produk tersebut diproduksi dengan praktik yang ramah lingkungan, sehingga dapat membantu meningkatkan reputasi dan daya saing industri.

Pengembangan industri hijau Indonesia sangat penting untuk melindungi lingkungan dan menjadikan industri nasional berdaya saing di pasar global. Untuk itu perlu diterapkan standardisasi dari Lembaga Sertifikasi Industri Hijau (LSIH).

Bacaan Lainnya

Pakar pengawas lingkungan dan ekonomi sirkular Alexander Soni Kerf mengatakan, upaya pemerintah mengembangkan industri hijau di Indonesia, termasuk pembentukan lembaga standardisasi dan sertifikasi, merupakan langkah yang tepat. Selain menjaga lingkungan, juga meningkatkan daya saing industri nasional di pasar global.

“Kebijakan standardisasi ini positif untuk perlindungan industri nasional, produksi dalam negeri, khususnya ekspor. Kalau tidak berlabel, tidak bersertifikat hijau, tidak menerapkan ekonomi sirkular, maka tidak berlaku di negara tertentu. Anda bisa ditolak masuk sehingga produk kita tidak bisa bersaing. Apalagi saat ini industri tidak hanya dinilai dari kinerja keuangannya saja, tetapi juga perlu mematuhi prinsip-prinsip ESG (Environmental, Social and Corporate Governance),” kata Sony dalam keterangan resmi, Rabu (28/2/2020). /3).

Soni menambahkan, konsep industri hijau sesuai dengan istilah ekonomi sirkular, yang saat ini menjadi tren model ekonomi baru, model produksi dan model bisnis untuk mewujudkan keberlanjutan, yaitu keberlanjutan ekonomi, keuntungan, ekologi, dan sosial. Dalam ekonomi sirkular, industri didorong untuk melakukan proses produksi dengan menggunakan sumber daya alam secara efisien dan efektif.

Menurut Sony, penerapan konsep industri hijau tentunya membutuhkan investasi pada rencana bisnis, desain produksi, rencana distribusi, penggunaan energi, penggunaan teknologi dan hal-hal lain yang membebani dunia industri. Namun dalam jangka menengah dan panjang, implementasinya akan lebih menguntungkan dan menjaga reputasi industri. Pada saat yang sama, diharapkan juga ada kebijakan yang disebut Keuangan Berkelanjutan, sebagai dukungan kredit untuk membantu pelaku industri beralih ke industri yang lebih hijau.

“Ke depan, semuanya akan mengarah pada industri hijau dan sekarang banyak industri yang bergerak ke arah itu. Ada kesadaran bahwa mereka tidak bisa menghentikan tren global karena kepentingan bersama dampak lingkungan dan perubahan iklim. Untuk itu, ada kebutuhan mendesak untuk memiliki lembaga sertifikasi yang berintegritas dan benar-benar objektif dalam memberikan penilaian,” ujar Soni.

Dihubungi terpisah, Chief Executive PT Mutuagung Lestari (Mutu International) Arefin Lambaga menjelaskan, pihaknya siap menjadi bagian dari transformasi menuju terciptanya industri ramah lingkungan yang mengedepankan aspek keberlanjutan dan pemerintah Indonesia mendukung program mewujudkan net zero emission (NZE ).

Industri hijau sejati tidak hanya terkait dengan pembangunan industri yang ramah lingkungan, tetapi juga terkait dengan sistem industri yang terintegrasi, holistik dan efisien, tambah Arifin. Mutu International menjadi bagian dari industri hijau ini dengan menguji, mengaudit dan memberikan berbagai sertifikasi seperti Indonesia Sustainable Palm Oil (ISPO), Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO), International Sustainability and Carbon Certification ( ISCC), Ecolabel, Green Industry, dan banyak lainnya.

“Melalui peran pengujian, inspeksi dan sertifikasi, kami siap mendukung pengembangan industri yang mengutamakan efisiensi dan efektifitas penggunaan sumber daya dalam proses produksi. Dengan demikian, pengembangan industri ke depan akan menjaga lingkungan hidup sesuai tugas dan dapat memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi kesejahteraan rakyat Indonesia.” kata Arefin.

Arifin menjelaskan Muthu International merupakan salah satu LSIH dan lembaga sertifikasi yang diakreditasi oleh Komite Akreditasi Nasional (KAN). Dengan fokus utamanya pada ekonomi hijau, Mutu International memainkan peran penting sebagai pilar rantai pasokan untuk perdagangan komoditas global. (RO/Z-10)

Sertifikasi Industri Hijau menjadi kunci dalam meningkatkan daya saing industri global yang berkelanjutan. Dengan adopsi praktik industri hijau dan sertifikasi yang sesuai, industri akan menunjukkan komitmen mereka terhadap lingkungan yang lebih baik, meningkatkan efisiensi dan kinerja keuangan, serta memenuhi tuntutan konsumen. Dalam dunia yang semakin sadar lingkungan, sertifikasi industri hijau akan menjadi faktor penting dalam memenangkan konsumen dan mempertahankan keberlanjutan industri.

Source

Pos terkait