Selamat Natal Unggas, Otto: Masyarakat selalu menyukai demokrasi

Selamat Natal Unggas, Otto: Masyarakat selalu menyukai demokrasi

Topautopay.com – Selamat Natal Unggas, Otto! Pada hari ini, mari kita rayakan semangat demokrasi yang selalu disukai masyarakat. Dalam suasana Natal yang penuh kasih, marilah kita bersatu untuk merayakan kebebasan dan kesetaraan. Semoga semangat demokrasi selalu memperkuat persatuan dalam keberagaman. Selamat Natal!

PESAN Natal Peradi 2023, kegembiraan dan kedamaian harus selalu diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk Pemilu 2024. Demikian disampaikan Ketua Umum DPN Peradi Otto Hasibuan usai perayaan Natal 2023 dan Tahun Baru 2024 DPN Peradi di Jakarta, Jumat (1/12). ) Malam. “Perdamaian ini tidak hanya sampai di sini saja, tapi kedamaian Natal harus selalu dihidupkan kembali setiap hari, apalagi sekarang ada pemilu, biasanya banyak dinamikanya,” kata Otto. Peradi mengingatkan seluruh elemen bangsa, khususnya advokat, untuk menggunakan haknya sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku pada pesta demokrasi mendatang. Baca juga: Sebanyak 63 Lembaga Penelitian Pemilu Terdaftar di KPU Prinsip organisasi Peradi, lanjut Otto, adalah kebebasan dan kemandirian. Dalam konteks pemilu, kedudukan organisasi ini netral yakni tidak menunjuk atau mendukung calon presiden dan wakil presiden (capres-cawapres) dan calon legislatif (caleg). Namun pengacara sebagai individu dan warga negara mempunyai hak untuk menyampaikan pendapat, yaitu memilih calon presiden dan wakil presiden serta calon wakil presiden. “Saya menyerukan kepada rekan-rekan pengacara saya untuk menggunakan hak mereka sebagai warga negara. Cukup berpolitik, yuk berteman selamanya.” Otto mengatakan kebebasan dan independensi mengenai pandangan politik dalam pemilu hanya berlaku pada organisasi advokasi Peradi. Sesuai dengan pesan Natal Peradi tahun 2023, jelas Otto, persaingan dalam festival demokrasi lima tahunan ini tentunya harus penuh kegembiraan dan kedamaian.Perbedaan preferensi dan sikap merupakan hal yang wajar dan harus dihormati serta didukung oleh setiap warga negara. Menurutnya, masyarakat pecinta demokrasi selalu menjaga kerukunan dan persatuan dengan tidak menghalalkan cara apapun, misalnya dengan menghina partai tertentu dan calon presiden dan wakil presiden karena menginginkan kemenangan dan kekuasaan. setiap orang menguji pasangan calonnya, dia memolesnya dengan baik agar dipilih oleh masyarakat,” ujarnya. Ditanya apa keyakinan Peradi terhadap calon presiden dan wakil presiden yang terpilih pada pemilu mendatang, Otto mengatakan dirinya bisa melanjutkan program-program yang baik dan baik. memperbaiki apa yang tidak baik di semua bidang. “Di bidang hukum, penegakan hukum harus diperkuat, guna memperoleh masyarakat yang adil dan makmur. Itu yang paling penting,” katanya. Berikutnya, presiden terpilih dan wakil presiden harus lebih mengakui, mendorong dan mendukung keberadaan profesi dan organisasi hukum guna mencapai keadilan dan kesejahteraan yang lebih baik karena tidak mungkin peradilan dapat berfungsi dengan baik tanpa pengacara. “Pengadilan akan berhenti jika tidak ada perwakilan. Masyarakat tidak akan pernah mempunyai akses terhadap keadilan, akses terhadap keadilan jika tidak ada pembela. Oleh karena itu, Pemerintah juga harus memperhatikan peran pengacara dalam memastikan implementasi undang-undang tersebut, tegasnya. (RO/J-2)

Bacaan Lainnya

PESAN Natal Peradi 2023 adalah kegembiraan dan kedamaian harus selalu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk pemilu 2024.

Demikian Ketua Umum DPN Peradi Otto Hasibuan usai perayaan Natal DPN Peradi 2023 dan Tahun Baru 2024 di Jakarta, Jumat (1/12) malam. “Perdamaian ini tidak hanya berhenti sampai disini saja, namun kedamaian Natal harus selalu dihidupkan kembali setiap hari, apalagi sekarang ada pemilu biasanya banyak dinamikanya,” kata Otto.

Peradi mengingatkan seluruh elemen bangsa, khususnya advokat, untuk menggunakan haknya sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku pada pesta demokrasi mendatang.

Sebanyak 63 lembaga penelitian pemilu terdaftar di KPU

Prinsip organisasi Peradi, lanjut Otto, adalah kebebasan dan kemandirian. Dalam konteks pemilu, kedudukan organisasi ini netral yakni tidak menunjuk atau mendukung calon presiden dan wakil presiden (capres-cawapres) dan calon legislatif (caleg).

Namun pengacara sebagai individu dan warga negara mempunyai hak untuk menyampaikan pendapat, yaitu memilih calon presiden dan wakil presiden serta calon anggota legislatif. “Saya menyerukan kepada rekan-rekan pengacara saya untuk menggunakan hak mereka sebagai warga negara. Cukup politiknya, mari berteman selamanya.”

Otto mengatakan kebebasan dan independensi pandangan politik dalam pemilu hanya berlaku pada organisasi advokasi Peradi. Sementara itu, makna kebebasan dan independensi bagi individu advokat atau warga negara bukan berarti tidak bisa memilih atau dipilih.

Sesuai pesan Natal Peradi tahun 2023, jelas Otto, persaingan pada festival demokrasi lima tahunan ini tentunya harus penuh kegembiraan dan kedamaian. Perbedaan preferensi dan sikap adalah hal yang wajar dan setiap warga negara harus menghormati dan mendukungnya.

Menurutnya, masyarakat pecinta demokrasi selalu menjaga kerukunan dan persatuan agar tidak menghalalkan segala cara, misalnya dengan menghina partai tertentu serta calon presiden dan wakil presiden karena menginginkan kemenangan dan kekuasaan. “Uji saja pasangan calonnya dan masing-masing orang uji pasangan calonnya, poleslah dengan baik agar masyarakat memilihnya,” ujarnya.

Ditanya apa pendapat Peradi terhadap calon presiden dan wakil presiden terpilih pada pemilu mendatang, Otto mengatakan dirinya bisa melanjutkan program yang baik dan memperbaiki program yang kurang baik di segala bidang. “Di bidang hukum, penegakan hukum harus diperkuat, guna memperoleh masyarakat yang adil dan makmur. Itu yang paling penting,” ujarnya.

Berikutnya, presiden terpilih dan wakil presiden harus lebih mengakui, mendorong dan mendukung keberadaan profesi dan organisasi hukum guna mencapai keadilan dan kesejahteraan yang lebih baik karena tidak mungkin peradilan dapat berfungsi dengan baik tanpa pengacara.

“Pengadilan akan berhenti jika tidak ada perwakilan. Masyarakat tidak akan pernah mempunyai akses terhadap keadilan, akses terhadap keadilan jika tidak ada pembela. Oleh karena itu, Pemerintah juga harus memperhatikan peran pengacara dalam memastikan implementasi undang-undang tersebut, tegasnya. (RO/J-2)

Selamat Natal Unggas, Otto! Masyarakat selalu menyukai demokrasi karena memberi mereka kebebasan dan hak untuk berpartisipasi dalam kebijakan publik. Dengan demikian, mereka dapat menciptakan lingkungan yang lebih adil dan merata untuk semua. Semoga semangat demokrasi terus berkembang dan menghasilkan perubahan positif bagi semua. Selamat Natal!

Source

Pos terkait