Satpol PP dan Polres Garuta menyita ribuan botol minuman beralkohol

Satpol PP dan Polres Garuta menyita ribuan botol minuman beralkohol

Topautopay.com – Satpol PP dan Polres Garuta mengambil tindakan tegas dengan menyita ribuan botol minuman beralkohol ilegal. Aksi ini dilakukan untuk menegakkan aturan dan memberantas peredaran minuman keras di wilayah Garuta. Tindakan ini diharapkan dapat membantu menciptakan lingkungan yang lebih aman dan terhindar dari penyalahgunaan minuman beralkohol.

Operasi gabungan Satpol PP dan Polres Garut menyita 8.400 botol minuman beralkohol yang diangkut menggunakan truk. Miras diduga diedarkan dan dijual pada malam tahun baru di wilayah Garut, Tasikmalaya, Ciamis, dan Pangandaran. Bupati Garut Rudy Gunawan mengatakan peredaran minuman beralkohol di wilayah Garut melanggar aturan. Untuk itu, anggota Satpol PP bersama Polres Garut terus bergerak. Peredaran minuman beralkohol di Garut dilarang berdasarkan Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Garut Nomor 13 Tahun 2015 tentang Pemberantasan Amoralitas. “Miras yang disita dari kedua toko tersebut melanggar aturan yang menyatakan kadar alkohol lalu lintas tidak boleh melebihi 4,5 persen. Total nilai barang bukti yang disita mencapai Rp300 juta,” ujarnya, Jumat (24/11). Sementara itu, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Garut Usep Basuki Eko mengatakan, penyitaan ribuan botol miras terjadi saat tim gabungan sedang melakukan patroli. Mereka mencurigai aktivitas dua orang yang sedang bongkar muat. Dari hasil pemeriksaan, pengemudi truk pengangkut miras menyatakan akan mengedarkan miras ke Pangandaran. Berdasarkan informasi tersebut, kami akan terus meningkatkan patroli dan pencegahan menjelang libur Natal dan Tahun Baru, tambahnya. (SG)

Operasi gabungan Satpol PP dan Polres Garut menyita 8.400 botol minuman beralkohol yang diangkut menggunakan truk. Miras diduga diedarkan dan dijual pada malam tahun baru di wilayah Garut, Tasikmalaya, Ciamis, dan Pangandaran.

Bacaan Lainnya

Bupati Garut Rudy Gunawan mengatakan peredaran minuman beralkohol di wilayah Garut melanggar aturan. Untuk itu, anggota Satpol PP bersama Polres Garut terus bergerak.

Peredaran minuman beralkohol di Garut dilarang berdasarkan Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Garut Nomor 13 Tahun 2015 tentang Pemberantasan Amoralitas.

“Minuman keras yang disita dari dua toko melanggar aturan yang mengatur lalu lintas tidak boleh melebihi kadar alkohol 4,5 persen. Total nilai barang bukti yang disita mencapai Rp300 juta,” ujarnya, Jumat (24/11).

Sementara itu, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Garut, Usep Basuki Eko mengatakan, penyitaan ribuan botol miras terjadi saat tim gabungan sedang melakukan patroli. Mereka mencurigai aktivitas dua orang yang sedang bongkar muat.

Dari hasil pemeriksaan, pengemudi truk pengangkut miras menyatakan akan mengedarkan miras ke Pangandaran. Berdasarkan informasi tersebut, kami akan terus meningkatkan patroli dan pencegahan menjelang libur Natal dan Tahun Baru, tambahnya. (SG)

Satpol PP dan Polres Garut telah berhasil menyita ribuan botol minuman beralkohol dalam razia bersama di wilayah Garut. Penyitaan ini dilakukan untuk menegakkan aturan terkait penjualan dan konsumsi minuman beralkohol di tempat umum. Langkah ini diharapkan dapat mengurangi dampak negatif dari konsumsi minuman keras di masyarakat.

Source

Pos terkait