Saat berkampanye di Jambi, Anies mendengar keluh kesah soal Sengkarut

Kampanye di Jambi, Anies Dengar Keluhan soal Sengkarut Angkutan Batu Bara

Topautopay.com – Ketika berkampanye di Jambi, Anies Baswedan mendengar keluhan tentang Sengkarut. Masyarakat mengeluhkan permasalahan yang masih terjadi di daerah tersebut. Anies pun berjanji untuk memperhatikan dan menyelesaikan masalah tersebut jika terpilih sebagai pemimpin.

Calon presiden (capres) nomor urut 1 Anies Baswedan menyikapi positif berbagai aspirasi dan keluh kesah masyarakat Jambi saat berkampanye di Kota Jambi, Kamis (14/12). Salah satunya adalah permasalahan atau kekacauan mobilisasi ribuan truk batubara yang menjadi penyebab kemacetan di sejumlah jalan nasional di Provinsi Jambi selama hampir setahun. Tak hanya penyebab kemacetan, melalui dialog interaktif “Tanyo Bang Anies” yang digelar di Abadi Convention Center (ACC), salah satu perwakilan mahasiswa mengeluhkan mobilisasi truk pengangkut hasil tambang di Jambi menjadi sangat menakutkan dan mengancam masyarakat. sepanjang hari selama dua tahun terakhir. Baca juga: Anies-Muhaimin Diyakini Raih 60% Suara di Jambi. Tak hanya menjadi penyebab kemacetan di jalan-jalan nasional khususnya dari Kabupaten Batanghari, Muarojambi hingga Kota Jambi, ribuan truk pengangkut hasil pertambangan kerap menjadi biang kecelakaan lalu lintas dan banyak memakan korban jiwa warga Jambi. Termasuk kehidupan mahasiswa yang hilir mudik kampus di kawasan Kabupaten Muarojambi. Masalah serupa juga didengar Anies langsung dari ketua tim pemenangan Anies-Amin Syarif Fash, mantan Wali Kota Jambi. Baca juga: 2 Ribu Ibu di Malang Raya Siap Raih Kemenangan Anies-Muhaimin “Mereka telpon saya dan saya ngomong langsung ke Pak Anies. Beliau menanyakan persoalan yang dihadapi masyarakat Jambi saat ini. “Salah satunya yang saya sampaikan adalah ada permasalahan pengangkutan hasil pertambangan batu bara melalui jalan umum di Jambi,” kata Fasha, sesaat sebelum Anies melakukan kampanye tertutup di tempat yang sama. Meski belum mendalami detailnya, Anies menegaskan, kenyataannya mobilisasi hasil tambang seperti Batubara tidak boleh melintasi jalan umum. Idealnya, kata Anies, ada jalur tersendiri, termasuk kemungkinan menggunakan kereta api. Sejumlah warga yang hadir dalam acara kampanye Anies di Kota Jamba mendukung gagasan tersebut. Sebab, selama bertahun-tahun, ribuan truk batubara dari pintu masuk tambang di kawasan Sarolangun, Batanghari, dan Muarojambi hingga lokasi penimbunan di kawasan pelabuhan Talang Duku melintasi jalan-jalan negara, termasuk beberapa jalan umum provinsi dan kabupaten. “Warga sangat kesal,” kata Yusuf, warga Jambi. Sementara itu, Yusuf menambahkan, pembangunan jalan khusus pengangkutan hasil pertambangan batu bara yang dijanjikan Gubernur Jambi Al Haris belum terealisasi. Yusuf bahkan ragu jalan khusus dimaksud akan terealisasi pada 2024, sesuai target Gubernur Jambi beberapa waktu lalu. (Z-5)

Calon presiden (capres) nomor urut 1 Anies Baswedan menyikapi positif berbagai aspirasi dan keluh kesah masyarakat Jambi saat berkampanye di Kota Jambi, Kamis (14/12).

Bacaan Lainnya

Salah satunya adalah permasalahan atau kekacauan mobilisasi ribuan truk batubara yang menjadi penyebab kemacetan di sejumlah jalan nasional di Provinsi Jambi selama hampir setahun.

Tak hanya penyebab kemacetan, melalui dialog interaktif “Tanyo Bang Anies” yang digelar di Abadi Convention Center (ACC), salah satu perwakilan mahasiswa mengeluhkan mobilisasi truk pengangkut hasil tambang di Jambi menjadi sangat menakutkan dan mengancam semua pihak. hari selama dua tahun terakhir.

Baca juga: Anies-Muhaimin diyakini meraih 60% suara di Jambi

Tak hanya menjadi penyebab kemacetan di jalan nasional khususnya dari Kabupaten Batanghari, Muarojambi hingga Kota Jambi, ribuan truk pengangkut hasil tambang juga kerap menjadi biang kecelakaan lalu lintas dan memakan banyak korban jiwa warga Jambi. Termasuk kehidupan mahasiswa yang hilir mudik kampus di kawasan Kabupaten Muarojambi.

Masalah serupa juga didengar Anies langsung dari ketua tim pemenangan Anies-Amin Syarif Fash, mantan Wali Kota Jambi.

Baca juga: 2 Ribu Ibu di Malang Raya Siap Kalahkan Anies-Muhaimin

“Mereka menelepon saya dan saya berbicara langsung dengan Pak Anies. Ia menanyakan permasalahan yang dihadapi masyarakat Jambi saat ini. Salah satunya yang saya sampaikan adalah persoalan pengangkutan hasil tambang batu bara melalui jalan umum di Jambi, kata Fasha, sesaat sebelum Anies melakukan kampanye tertutup di tempat yang sama.

Meski belum mendalami detailnya, Anies menegaskan, sejatinya mobilisasi hasil pertambangan seperti batu bara tidak boleh melintasi jalan umum. Idealnya, kata Anies, ada jalur khusus, termasuk kemungkinan menggunakan kereta api.

Sejumlah warga yang menghadiri acara kampanye Anies di Kota Jamba mendukung gagasan tersebut.

“Saya pikir ini adalah ide solusi. Pasalnya, selama bertahun-tahun ribuan truk batubara mulai dari pintu masuk tambang di kawasan Sarolangun, Batanghari, dan Muarojambi hingga lokasi penimbunan di kawasan pelabuhan Talang Duku melintasi jalan nasional, termasuk beberapa jalan umum provinsi dan kabupaten. “Warga sangat kesal,” kata Yusuf, warga Jambi.

Sementara itu, Yusuf menambahkan, pembangunan jalan khusus pengangkutan hasil pertambangan batu bara yang dijanjikan Gubernur Jambi Al Haris belum terealisasi. Yusuf bahkan ragu jalan khusus dimaksud akan terealisasi pada 2024, sesuai target Gubernur Jambi beberapa waktu lalu. (Z-5)

Saat berkampanye di Jambi, Anies mendengar keluhan mengenai sengkarut dari masyarakat setempat. Ia berjanji untuk memperbaiki kondisi tersebut jika terpilih menjadi pemimpin. Anies juga menegaskan komitmennya untuk mendengar suara rakyat dan bekerja untuk memperbaiki kondisi di daerah tersebut.

Source

Pos terkait