Puluhan ribu warga Maroko mengadakan protes pro-Palestina

Puluhan Ribu Warga Maroko Gelar Demonstrasi Pro-Palestina

Topautopay.com – Puluhan ribu warga Maroko mengadakan protes massal di berbagai kota untuk menyatakan dukungan mereka kepada Palestina. Mereka mengecam tindakan agresi Israel terhadap wilayah tersebut dan menuntut solidaritas internasional. Protes ini merupakan bentuk perlawanan rakyat Maroko terhadap pelanggaran hak asasi manusia di Palestina.

PULUHAN ribu warga Maroko melakukan protes di pusat komersial negara itu, Casablanca, pada Minggu (26/11), menuntut gencatan senjata permanen di Jalur Gaza dan diakhirinya hubungan diplomatik dengan Israel. Pemulihan hubungan diplomatik antara negara Afrika Utara dan Israel terjadi pada tahun 2020, namun hubungan tersebut memburuk akibat konflik di wilayah Palestina. Maroko, Uni Emirat Arab, dan Bahrain membuka hubungan diplomatik dengan Israel berdasarkan Abraham Accords 2020, yang dinegosiasikan oleh Amerika Serikat (AS) di bawah mantan Presiden Donald Trump. Baca juga: Baznas Gandeng Bayt Zakat Wa As-Shadaqat Mesir Salurkan Bantuan ke Palestina. Para pengunjuk rasa di Casablanca mengibarkan bendera Palestina dan menuntut agar Rabat membekukan hubungan dengan Israel. “Kami tidak memerlukan gencatan senjata sementara, melainkan gencatan senjata permanen agar tercipta perdamaian demi terbentuknya negara Palestina dengan ibu kota di Yerusalem,” kata anggota parlemen Maroko dari Partai Sosialis Nabila Mounib. Dia berharap semua orang yang diasingkan akibat konflik Palestina kembali ke wilayah mereka dan semua tahanan Palestina dibebaskan. Baca juga: Qatar Sebut 39 Warga Palestina Akan Dibebaskan dari Penjara Israel. Hassan Bahadou dari Aliansi Anti-Normalisasi, yang memimpin protes di Casablanca, mengatakan: “Kami juga mengutuk diamnya rezim Arab mengenai tindakan kelompok Zionis.” Demonstrasi pro-Palestina telah berkurang di Maroko selama beberapa tahun terakhir, namun kembali meningkat sejak pecahnya konflik di Jalur Gaza. (AFP/Z-1)

PULUHAN ribu warga Maroko melakukan protes di pusat komersial negara itu, Casablanca, pada Minggu (26/11), menuntut gencatan senjata permanen di Jalur Gaza dan diakhirinya hubungan diplomatik dengan Israel.

Bacaan Lainnya

Pemulihan hubungan diplomatik antara negara Afrika Utara dan Israel terjadi pada tahun 2020, namun hubungan tersebut memburuk akibat konflik di wilayah Palestina.

Maroko, Uni Emirat Arab, dan Bahrain membuka hubungan diplomatik dengan Israel berdasarkan Abraham Accords 2020, yang dinegosiasikan oleh Amerika Serikat (AS) di bawah mantan Presiden Donald Trump.

Baznas menggandeng Bayt Zakat Wa As-Shadaqat Mesir dalam penyaluran bantuan ke Palestina

Para pengunjuk rasa di Casablanca mengibarkan bendera Palestina dan menuntut agar Rabat membekukan hubungan dengan Israel.

“Kami tidak memerlukan gencatan senjata sementara, melainkan gencatan senjata permanen agar tercipta perdamaian demi terbentuknya negara Palestina dengan ibu kota di Yerusalem,” kata anggota parlemen Maroko dari Partai Sosialis Nabila Mounib.

Dia berharap semua orang yang diasingkan akibat konflik Palestina kembali ke wilayah mereka dan semua tahanan Palestina dibebaskan.

Qatar mengatakan 39 warga Palestina akan dibebaskan dari penjara Israel

Hassan Bahadou dari Aliansi Anti-Normalisasi, yang memimpin protes di Casablanca, mengatakan: “Kami juga mengutuk diamnya rezim Arab mengenai aktivitas kelompok Zionis.”

Demonstrasi pro-Palestina telah berkurang di Maroko selama beberapa tahun terakhir, namun kembali meningkat sejak pecahnya konflik di Jalur Gaza. (AFP/Z-1)

Puluhan ribu warga Maroko bersatu dalam protes pro-Palestina di Rabat, mengecam tindakan agresi Israel di wilayah Gaza. Mereka menuntut dukungan pemerintah Maroko untuk Palestina dan mengutuk keganasan yang dilakukan oleh Israel. Teriakan solidaritas dan himbauan untuk berjuang bersama melekat dalam aksi demonstrasi yang penuh semangat ini.

Source

Pos terkait