Polisi masih memeriksa berkas kasus Firli Bahuri

Polisi Masih Teliti Berkas Kasus Firli Bahuri yang Dikembalikan Kejati

Topautopay.com – Polisi masih memeriksa berkas kasus Firli Bahuri terkait dugaan pelanggaran kode etik. Firli Bahuri merupakan mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang mendapat sorotan karena dituduh melakukan pelanggaran etik selama menjabat. Polisi terus mengumpulkan bukti dan keterangan terkait kasus ini.

POLDA Metro Jaya masih mendalami berkas dugaan pemerasan yang mencurigai mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri yang dikembalikan ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta. Benar (masih diselidiki), kata Direktur Reserse Kriminal dan Kriminal Polda Metro Jaya Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak saat dihubungi, Rabu (1/3). Saat ditanya kapan berkas tersebut akan dikembalikan ke Kejaksaan, Ade mengaku akan segera melaporkan perkembangannya. “Kami akan segera update perkembangannya,” kata Ade. Baca juga: Firli masih buron, polisi harus punya alasan kuat untuk tidak menahan Firli Sebelumnya, Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta resmi mengembalikan berkas perkara pemerasan tersangka Firli Bahuri ke tim penyidik ​​Polda Metro Jaya. Pengembalian itu menyusul Surat Pemberitahuan Berkas Perkara Tidak Lengkap (P-18) yang dikirimkan Kejaksaan DKI Jakarta kepada penyidik ​​sepekan sebelumnya. “Pada tanggal 28 Desember 2023, Jaksa Penuntut Umum pada Direktorat Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta mengembalikan perkara Nomor: BP/213/XII/RES.3.3/2023/Ditreskrimsus tanggal 14 Desember 2023 atas nama tersangka Firli Bahuri,” kata Kepala Penerangan Hukum Kejaksaan DKI Jakarta Herlangga Wisnu Murdianto dalam keterangannya, Jumat (29/12). Baca Juga: Romli Atmasasmita diperkirakan akan mengirimkan surat keberatan sebagai saksi untuk membersihkan Firli Bahuri. Berkas tersebut dikembalikan karena jaksa menilai belum lengkap. Oleh karena itu, tim penyidik ​​diminta melengkapi berkas perkara Firli Bahuri secara formil dan materil. Pengembalian berkas tersebut disertai petunjuk syarat formil dan materil yang harus dipenuhi penyidik, ujarnya. (Z-3)

POLDA Metro Jaya masih mendalami berkas dugaan pemerasan yang mencurigai mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri yang dikembalikan ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta.

Bacaan Lainnya

Benar (masih diselidiki), kata Direktur Reserse Kriminal dan Kriminal Polda Metro Jaya Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak saat dihubungi, Rabu (1/3).

Saat ditanya kapan berkas tersebut akan dikembalikan ke Kejaksaan, Ade mengaku akan segera melaporkan perkembangannya. “Kami akan segera update perkembangannya,” kata Ade.

Firli masih buron, polisi harus punya alasan kuat untuk tidak menangkap Firli

Sebelumnya, Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta resmi mengembalikan berkas kasus pemerasan yang melibatkan tersangka Firli Bahuri ke tim penyidik ​​Polda Metro Jaya. Pengembalian itu menyusul Surat Pemberitahuan Berkas Perkara Tidak Lengkap (P-18) yang dikirimkan Kejaksaan DKI Jakarta kepada penyidik ​​sepekan sebelumnya.

“Pada tanggal 28 Desember 2023, Jaksa Penuntut Umum pada Bagian Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta mengembalikan perkara Nomor: BP/213/XII/RES.3.3/2023/Ditreskrimsus tanggal 14 Desember 2023 atas nama tersangka Firli Bahuri,” kata Kepala Penerangan Hukum Kejaksaan DKI Jakarta Herlangga Wisnu Murdianto dalam keterangannya, Jumat (29/12).

Romli Atmasasmita diperkirakan akan mengirimkan surat keberatan sebagai saksi untuk membersihkan Firli Bahuri

Berkas tersebut dikembalikan karena jaksa menilai belum lengkap. Oleh karena itu, tim penyidik ​​diminta melengkapi berkas perkara Firli Bahuri secara formil dan materil.

Pengembalian berkas tersebut disertai petunjuk syarat formil dan materil yang harus dipenuhi penyidik, ujarnya. (Z-3)

Polisi masih terus memeriksa berkas kasus Firli Bahuri. Firli, seorang anggota KPK, telah dilaporkan atas dugaan penyalahgunaan wewenang. Proses pemeriksaan berkas kasus ini masih terus berjalan untuk memastikan keadilan dan kebenaran terungkap. Masyarakat pun menanti hasil akhir dari proses hukum ini.

Source

Pos terkait