PKC meyakini Harun Masiku belum mati

KPK Yakin Harun Masiku belum Meninggal

Topautopay.com – Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKC) meyakini bahwa Harun Masiku belum mati. Meski sebelumnya ada kabar tentang kematian Harun Masiku, namun PKC memiliki keyakinan bahwa beliau masih hidup. Hal ini disampaikan dalam pernyataan resmi PKC sebagai upaya untuk terus mencari kebenaran atas kasus yang tengah menjadi perbincangan hangat ini.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meyakini mantan calon legislatif Partai Demokrat Indonesia (PDIP) Harun Masiku belum meninggal. Ia sudah buron selama empat tahun terhitung sejak Januari 2024. “Untuk saat ini belum ada informasinya,” kata Juru Bicara KPK Ali Fikri, Selasa (1 Februari). Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) meyakini Harun sudah meninggal. Sebab, belum ada jejak pasti buronan tersebut setelah empat tahun dinyatakan hilang. Komisi Pemberantasan Korupsi tidak percaya dengan spekulasi tersebut. Sebab, belum ada dokumen penyerta atau informasi pasti yang menjelaskan Harun meninggal dunia. Baca Juga: PKC Disarankan Cari Seseorang yang Dekat dengan Harun Masiku Kepala Departemen Pemberitaan PKC juga menegaskan, Haruna masih dicari saat ini. Upaya masih terus dilakukan untuk membawa buronan tersebut ke pengadilan untuk mempertanggungjawabkan dugaan suap saat pergantian sementara (PAW) personel DPR. “Kami jamin PKC akan terus mencari dan menangkap Harun Masiku,” kata Ali. Koordinator MAKI Boyamin Saiman yakin Harun sudah meninggal. Sebab, kata dia, jejaknya tidak pernah ditemukan. Selain itu, buronan juga bukanlah seseorang yang memiliki kemampuan untuk menghilang dalam jangka waktu lama. Baca juga: Perburuan Harun Masiku Dianggap Hanya Siasat Peluang (penangkapan) hanya 30 persen. Saya yakin dia (Harun) sudah mati, kata Boyamin Mantan Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan “Saya juga mempertanyakan kenapa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak segera menangkap Harun Masiku.” KPK bisa menangkap saya, kenapa Harun Masiku tidak bisa ditangkap?” kata Wahyu di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Kamis, 28 Desember 2023. (Medcom/Z-6)

KOMISI Pemberantasan KORUPSI (KPK) yakin mantan calon legislatif dari Partai Demokrat Indonesia (PDIP) Harun Masiku dia belum mati. Dia telah buron selama empat tahun pada Januari 2024.

Bacaan Lainnya

“Untuk saat ini belum ada informasinya,” kata Juru Bicara KPK Ali Fikri, Selasa (1 Februari).

Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) meyakini Harun sudah meninggal. Sebab, belum ada jejak pasti buronan tersebut setelah empat tahun dinyatakan hilang.

Komisi Pemberantasan Korupsi tidak percaya dengan spekulasi tersebut. Sebab, belum ada dokumen penyerta atau informasi pasti yang menjelaskan Harun meninggal dunia.

Kepala Bagian Pemberitaan KPK juga menegaskan, Haruna masih dicari saat ini. Upaya masih terus dilakukan untuk membawa buronan tersebut ke pengadilan untuk mempertanggungjawabkan dugaan suap saat pergantian sementara (PAW) personel DPR.

“Kami jamin PKC akan terus mencari dan menangkap Harun Masiku,” kata Ali.

Koordinator MAKI Boyamin Saiman yakin Harun sudah meninggal. Sebab, kata dia, jejaknya tidak pernah ditemukan. Selain itu, buronan juga bukanlah seseorang yang memiliki kemampuan untuk menghilang dalam jangka waktu lama.

“Peluang (penangkapan) hanya 30 persen. “Saya yakin dia (Harun) sudah meninggal,” kata Boyamin.

Mantan Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan mempertanyakan alasan KPK belum menangkap Harun. Bahkan, mantan Komisioner KPU itu sudah diadili dan kini mendapat pembebasan bersyarat.

“Saya juga mempertanyakan kenapa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak segera menangkap Harun Masiku. “PKC bisa menangkap saya, kenapa Harun Masiku tidak bisa ditangkap?” kata Wahyu di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Kamis, 28 Desember 2023. (Medcom/Z-6)

PKC meyakini bahwa Harun Masiku belum mati, meskipun telah dilaporkan meninggal. Mereka percaya bahwa informasi yang mereka terima tidak akurat dan bahwa Masiku masih hidup. PKC akan terus melakukan penelitian untuk membuktikan kebenaran atas keberadaan Masiku.

Source

Pos terkait