Pemerintah Korea Selatan sedang memeriksa seorang WNI yang diduga mencuri data proyek

Pemerintah Korsel Periksa WNI yang Diduga Curi Data Proyek Pesawat Tempur KF-21

Topautopay.com – Pemerintah Korea Selatan sedang memeriksa seorang Warga Negara Indonesia (WNI) yang diduga mencuri data proyek penting. Kasus ini menimbulkan kekhawatiran terhadap keamanan informasi sensitif antar negara. Pemerintah Korea Selatan berkomitmen untuk menangani hal ini dengan serius demi menjaga keamanan data dan hubungan bilateral yang baik.

Jet tempur Korea Selatan KF-21 (Dok. AFP/Wallace)

Seorang insinyur Indonesia (WNI) diduga mencuri data proyek jet tempur KF-21 bersama Industri Dirgantara Korea (KAI). Akibat dugaan tersebut, WNI tersebut kini diperiksa dan diinterogasi oleh pemerintah Korea Selatan.

Bacaan Lainnya

“Belum ada hasil akhir atau kesimpulan dari verifikasi ini. Jadi terlalu jauh jika menyebut ini sebagai kasus pencurian data,” kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Lalu Muhamad Iqbal dalam keterangannya, Jumat (15/03).

Menurut Iqbal, pihaknya melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Seoul sedang memantau status WNI yang terlibat dalam pengembangan KF-21 di Korea Selatan. Sejauh ini, otoritas Negeri Ginseng masih mendalami keterangan dua WNI dalam kasus tersebut.

Baca Juga: Indonesia Selidiki Tuduhan Insinyur yang Dituduh Mencuri Teknologi Korea Selatan

“KBRI Seoul terus melakukan pemantauan dan pendampingan terhadap yang bersangkutan sejak kasus ini mencuat,” tutupnya.

Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri menegaskan bahwa teknisi Indonesia telah terlibat dalam proyek bersama ini sejak tahun 2016 dan sudah mengetahui prosedur kerja dan aturan yang berlaku. Proyek KF-21 merupakan proyek strategis bagi Indonesia dan Korea Selatan.

Kedua negara akan menyelesaikan berbagai permasalahan yang muncul dalam kerja sama ini dengan cara terbaik. Insinyur Indonesia tersebut ditahan sementara untuk menjalani proses investigasi oleh tim investigasi dari Defense Acquisition Program Administration (DAPA) dan Defense Counterintelligence Command (DCC).

Baca juga: UKM Korea Selatan Donasikan 40.000 Masker untuk WNI di Korea Selatan

“Investigasi bersama yang terdiri dari instansi terkait, termasuk Badan Intelijen Negara, saat ini sedang melakukan penyelidikan untuk menyelidiki pencurian data teknologi KF-2 oleh insinyur Indonesia,” kata pejabat DAPA seperti dikutip Korea Times.

DAPA merilis laporan bahwa insinyur Indonesia mencuri informasi teknologi untuk produksi jet tempur canggih KF-21 dan menyimpan datanya di USB. Insinyur yang dituduh mencuri teknologi KF-2 adalah ilmuwan Indonesia yang ditugaskan di Korea Aerospace Industries (KAI) untuk membantu Korea Selatan mengembangkan teknologi jet tempur KF-21 yang akan diproduksi pada akhir tahun 2024 dan diluncurkan pada tahun 2025.

Pengembangan teknologi ini merupakan proyek strategis antara Indonesia dan Korea Selatan. Indonesia setuju untuk menanggung 20% ​​dari total biaya proyek atau sekitar 1,7 triliun won atau 1,3 miliar dollar AS. Indonesia harus melakukan pembayaran ini pada tahun 2026.

Melalui kontrak tersebut, Indonesia menerima delapan jet tempur KF-21 Boramae yang kini telah memasuki tahap Engineering Manufacturing Development (EMD). Namun hingga tahun 2019, pemerintah Indonesia baru mampu membayar 227,2 miliar won dan masih berhutang sekitar satu triliun won karena defisit anggaran.

(Z-9)

Pemerintah Korea Selatan tengah menyelidiki seorang WNI yang diduga mencuri data proyek tertentu. Kasus ini telah menimbulkan kekhawatiran dan perlu penanganan serius oleh kedua pihak untuk menyelesaikan masalah dengan baik. Semoga kasus ini dapat diselesaikan dengan adil dan transparan.

Source

Pos terkait