PBB sangat kesal karena Israel ingin mengusir penduduk Gaza

PBB sangat Terusik Israel Ingin Usir Warga Gaza

Topautopay.com – Dewan Keamanan PBB sangat kesal dengan langkah Israel yang ingin mengusir penduduk Gaza. PBB mengecam tindakan tersebut sebagai melanggar hukum internasional dan menyebabkan konflik yang semakin memanas. Organisasi ini mendesak Israel untuk segera menghentikan tindakan tersebut demi menjaga perdamaian di wilayah tersebut.

Perwakilan Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia Volker Turk mengatakan pada hari Kamis bahwa dia sangat terganggu dengan komentar seorang pejabat senior Israel yang menyerukan agar warga Palestina meninggalkan Jalur Gaza. Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir pada hari Senin menyerukan promosi solusi untuk mendorong penggusuran warga Gaza dan pembangunan kembali permukiman Israel di Jalur Gaza. Komentarnya muncul sehari setelah Menteri Keuangan sayap kanan Bezalel Smotrich juga menyerukan kembalinya pemukim ke Gaza dan bahwa Israel harus mendorong sekitar 2,4 juta warga Palestina di wilayah tersebut untuk meninggalkan Gaza. “Sangat terganggu dengan pernyataan pejabat senior Israel tentang rencana pemindahan warga sipil dari Gaza ke negara ketiga,” tulis Turk di X, sebelumnya Twitter. Ia menambahkan bahwa hukum internasional melarang pemindahan paksa orang-orang yang dilindungi atau deportasi dari wilayah pendudukan. Baca Juga: Pasukan Hash Pro-Iran di Irak Sebut AS Bunuh Komandan Senior Pemerintah Israel di bawah Perdana Menteri Benjamin Netanyahu belum secara resmi mengusulkan rencana untuk mengusir warga Gaza atau mengirim pemukim Yahudi kembali ke wilayah tersebut sejak perang pecah pada bulan Oktober. Pertempuran itu meletus setelah kelompok perjuangan kemerdekaan Palestina Hamas menyerang Israel pada 7 Oktober, menewaskan sekitar 1.140 orang, sebagian besar dari mereka adalah warga sipil, kata AFP, mengutip angka resmi Israel. Baca juga: Israel Perdebatkan Pengusiran Warga Palestina ke Kongo Sebagai tanggapan, Israel berjanji untuk menghancurkan kelompok tersebut, melancarkan pemboman dan invasi darat yang membuat sebagian besar Gaza menjadi puing-puing dan merenggut sedikitnya 22.313 nyawa, menurut kementerian kesehatan wilayah tersebut. Sebagian besar warga Gaza terpaksa meninggalkan rumah mereka setelah hampir tiga bulan pertempuran antara militan Hamas dan Israel. (AFP/Z-2)

KEPALA hak asasi manusia PBB Volker Turk mengatakan pada Kamis (1 April) bahwa dia sangat terganggu dengan komentar pejabat tinggi tersebut Israel yang mengundang warga Palestina meninggalkan Jalur Gaza.

Bacaan Lainnya

Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir pada hari Senin menyerukan promosi solusi untuk mendorong penggusuran warga Gaza dan pembangunan kembali permukiman Israel di Jalur Gaza. Komentarnya muncul sehari setelah Menteri Keuangan sayap kanan Bezalel Smotrich juga menyerukan kembalinya pemukim ke Gaza dan bahwa Israel harus mendorong sekitar 2,4 juta warga Palestina di wilayah tersebut untuk meninggalkan Gaza.

“Sangat terganggu dengan pernyataan pejabat senior Israel tentang rencana pemindahan warga sipil dari Gaza ke negara ketiga,” tulis Turk di X, sebelumnya Twitter. Ia menambahkan bahwa hukum internasional melarang pemindahan paksa orang-orang yang dilindungi atau deportasi dari wilayah pendudukan.

Pasukan pro-Iran di Irak mengklaim AS telah membunuh seorang komandan senior

Pemerintah Israel di bawah Perdana Menteri Benjamin Netanyahu belum secara resmi mengusulkan rencana untuk mengusir warga Gaza atau mengirim pemukim Yahudi kembali ke wilayah tersebut sejak perang pecah pada bulan Oktober.

Pertempuran itu meletus setelah kelompok perjuangan kemerdekaan Palestina Hamas menyerang Israel pada 7 Oktober, menewaskan sekitar 1.140 orang, sebagian besar dari mereka adalah warga sipil, kata AFP, mengutip angka resmi Israel.

Israel membahas pengusiran warga Palestina ke Kongo

Sebagai tanggapan, Israel berjanji untuk menghancurkan kelompok tersebut, melancarkan pemboman dan invasi darat yang membuat sebagian besar Gaza menjadi puing-puing dan merenggut sedikitnya 22.313 nyawa, menurut kementerian kesehatan wilayah tersebut.

Sebagian besar warga Gaza terpaksa meninggalkan rumah mereka setelah hampir tiga bulan pertempuran antara militan Hamas dan Israel. (AFP/Z-2)

PBB sangat kesal dengan Israel karena rencana pengusiran penduduk Gaza. Hal ini melanggar hukum internasional dan menciptakan lebih banyak ketegangan di wilayah tersebut. PBB mendesak Israel untuk menghentikan rencana tersebut dan mencari solusi damai untuk konflik di Gaza.

Source

Pos terkait