Nilai OJK terhadap kenaikan kredit bank bermasalah masih dalam batas normal

OJK Nilai Kenaikan NPL Perbankan Masih Dalam Batas Normal

Topautopay.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan bahwa kenaikan kredit bank bermasalah masih dalam batas normal. OJK menekankan pentingnya peran pengawasan yang ketat untuk mencegah risiko terjadinya krisis keuangan. Bank diminta untuk melakukan evaluasi lebih lanjut agar masalah kredit bermasalah dapat ditangani dengan tepat.

Foto udara rumah subsidi di kawasan Bogor, Jawa Barat, Jumat (16 Februari). (Dok. Antara)

Direktur Eksekutif Pengawasan Bank Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Dian Ediana Rae memperkirakan kenaikan porsi kredit bermasalah (NPL) perbankan masih dalam batas normal dan belum tentu ada peningkatan. tren di masa depan.

Bacaan Lainnya

(Peningkatan NPL) masih dalam batas normal. Belum tentu (naik lagi), kata Dian saat ditemui wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (13/3).

Berdasarkan data OJK per Januari 2024, NPL netto perbankan tercatat sebesar 0,79%, meningkat dari sebelumnya 0,71% pada Desember 2023. Sedangkan NPL bruto pada Januari 2024 sebesar 2,35% atau lebih tinggi dibandingkan sebelumnya. 2,19% pada Desember 2023.

Dian memperkirakan peningkatan kredit bermasalah perbankan dipengaruhi oleh BI (Bank Indonesia) dan suku bunga referensi global yang masih tinggi. Namun, tambahnya, saat ini suku bunga acuan mulai menunjukkan tren penurunan dan kita tinggal menunggu momentum sebenarnya.

“Sejauh yang saya lihat, belum tentu (meningkat) karena hanya pengaruh suku bunga acuan dan suku bunga global. Tapi sekarang trennya menurun kalau dibaca semuanya. Ada rencana dari European Central Bank, lalu juga di Federal Reserve, arahnya ke bawah, diam saja kalau sudah waktunya,” ujarnya.

Sementara itu, NPL perbankan sektor real estate pada Januari 2024 juga menunjukkan peningkatan dibandingkan periode sebelumnya yakni Desember 2023. Menurut Bank Indonesia (BI), kredit bermasalah (non-performing loan) properti pada Januari 2024 tercatat sebesar 2,63% atau lebih tinggi dibandingkan NPL perbankan sektor properti. ke sebelumnya 2,47% pada Desember 2023.

Dian menilai peningkatan kredit perbankan bermasalah di sektor real estate tidak mengkhawatirkan, mengingat kredit real estate bisa dikatakan memiliki komposisi yang kecil. Selain itu, cadangan kerugian penurunan nilai (CKPN) perbankan juga memadai.

“Kita lihat tidak ada bahayanya karena komposisi penguasaannya juga kecil. Masih terkendali. CKPN juga memadai. Jadi tidak ada yang perlu dikhawatirkan kalau saya melihatnya,” kata Dian.

OJK menganggap kenaikan kredit bank bermasalah dalam batas normal dapat diatasi dengan langkah preventif. OJK memonitor secara ketat agar risiko tetap terkendali dan stabilitas sistem keuangan terjaga. Perlu kerjasama antara regulator, bank, dan nasabah untuk mencegah masalah kredit semakin meruncing.

Source

Pos terkait