Mencapai tujuan meningkatkan pembelian di akhir tahun

Kejar Target Serapan Belanja di Akhir Tahun

Topautopay.com – Mencapai tujuan meningkatkan pembelian di akhir tahun adalah langkah penting bagi setiap bisnis. Dengan strategi promosi yang tepat dan penawaran menarik, dapat meningkatkan minat dan motivasi konsumen untuk berbelanja lebih banyak. Ini juga merupakan kesempatan bagi bisnis untuk meningkatkan penjualan dan mencapai target tahunan mereka.

KEMENTERIAN Keuangan akan mendorong Kementerian/Lembaga (K/L) untuk mempercepat penyerapan belanja. Hal ini menyusul realisasi belanja pemerintah yang hanya mencapai Rp2.588,2 triliun atau 83,03% dari alokasi anggaran sebesar Rp3.117,2 triliun. “Hingga saat ini konsumsi sudah mencapai sekitar 84%, masih ada sekitar 16% yang akan kita kompensasikan dalam dua minggu ke depan,” kata Direktur Jenderal Perbendaharaan Kementerian Keuangan Astera Primanto Bhakti dalam konferensi pers APBN. , Jumat (15/12). Hal pertama yang akan dilakukan adalah mendorong K/L untuk mempercepat penyelesaian kontrak proyek hingga tahap pencairan dari anggaran. Hal ini ditandai dengan dikeluarkannya Surat Perintah Pembayaran (SPM) terhadap suatu kontrak atau proyek terkait. Baca juga: Mahkamah Konstitusi Diminta Pisahkan Administrasi Perpajakan dari Kementerian Keuangan Kedua, kata Astera, mendorong Kantor Perbendaharaan Negara (KPPN) seluruh Indonesia untuk terus memantau dan mengungkap kendala dalam proses pengajuan SPM. Sebab, berbagai kendala seperti kendala internet dan sistem kerap menghambat proses penyerapan anggaran. Ketiga, KPPN di masing-masing daerah juga diperintahkan bekerja ekstra pada dua minggu terakhir tahun ini. Pasalnya, pengajuan SPM oleh K/La banyak yang disampaikan pada hari-hari terakhir menjelang penutupan buku anggaran. Baca juga: Jokowi: Harus Cepat Respons Perubahan Geopolitik dan Ekonomi “Kalau kita lihat, Jakarta yang 70% konsumsinya punya peningkatan rata-rata asupan SPM yang luar biasa. Bulan November hanya berkisar 900 (SPM), untuk bulan Desember ini tahun itu minggu pertama “Naik menjadi 1.200 (SPM), minggu kedua naik menjadi 1.900 (SPM), dan pada tanggal 12 Desember ada satu KPPN yang menerima hampir 5.000 (SPM),” jelas Aster.Keempat, lanjutnya , Kementerian Keuangan akan terus berkoordinasi dengan kementerian/lembaga untuk mempercepat penyerapan anggaran, terutama untuk kontrak atau proyek yang bersifat jangka pendek agar dapat segera memasuki tahap pencairan anggaran. Kepala Bagian Anggaran Kementerian Keuangan Isa Rachmatarwata mengungkapkan, dalam dua pekan ke depan, belanja pemerintah setidaknya akan menyerap Rp 500 triliun. Salah satu belanja besar di akhir tahun adalah terkait pembayaran tunjangan dan subsidi. “Lebih dari Rp500 triliun dihabiskan pada paruh kedua Desember, termasuk pembayaran subsidi dan tunjangan yang mencapai lebih dari Rp85 triliun. Ini bagian dari besarnya konsumsi di akhir tahun,” jelasnya. Isa menambahkan, dalam tiga tahun terakhir, konsumsi K/L akan mengalami peningkatan yang signifikan di akhir tahun. Belanja K/L berjumlah sekitar 95% dari alokasi yang tersedia di masing-masing K/L Per 12 Desember 2023, realisasi belanja pemerintah tercatat sebesar Rp2.588,2 triliun atau 83,03% dari alokasi belanja pemerintah tahun ini sebesar Rp3.117,2 triliun. Realisasi belanja pemerintah mengalami pertumbuhan negatif dibandingkan penyerapan pada periode yang sama tahun 2022 sebesar Rp 2.698,4 triliun. Salah satu penyebab melambatnya penyerapan konsumsi pemerintah adalah turunnya harga minyak dunia yang berdampak pada rendahnya belanja kompensasi dan subsidi energi. Dalam asumsi makro APBN tahun 2023, harga minyak mentah Indonesia (ICP) ditetapkan sebesar USD 90 per barel, sedangkan pada tahun berjalan harga ICP sebesar USD 78,9 per barel. realisasi konsumsi retribusi dan subsidi energi lebih sedikit.Data Kementerian Keuangan menunjukkan realisasi belanja retribusi dan subsidi bahan bakar minyak (BBM) hingga 12 Desember 2023 mencapai Rp99,6 triliun. Jumlah tersebut terdiri dari 14,93 juta kiloliter BBM bersubsidi dan 11,89 juta kiloliter BBM kompensasi. Nilai pengeluaran bulanannya mencapai Rp 9,1 triliun. (Mir/Z-7)

KEMENTERIAN Keuangan akan mendorong Kementerian/Lembaga (K/L) untuk mempercepat penyerapan belanja. Hal ini menyusul realisasi belanja pemerintah yang hanya mencapai Rp2.588,2 triliun atau 83,03% dari alokasi anggaran sebesar Rp3.117,2 triliun.

Bacaan Lainnya

“Pembeliannya sejauh ini sekitar 84%, masih ada sisa sekitar 16% yang akan kita penuhi dalam dua minggu ke depan,” kata Direktur Jenderal Perbendaharaan Kementerian Keuangan Astera Primanto Bhakti dalam konferensi pers APBN, Jumat (15/12). .

Hal pertama yang akan dilakukan adalah mendorong K/L untuk mempercepat penyelesaian kontrak proyek hingga tahap pencairan dari anggaran. Hal ini ditandai dengan dikeluarkannya Surat Perintah Pembayaran (SPM) terhadap suatu kontrak atau proyek terkait.

MK meminta agar Administrasi Pajak dipisahkan dari Kementerian Keuangan

Kedua, kata Astera, mendorong Kantor Perbendaharaan Negara (KPPN) seluruh Indonesia untuk terus memantau dan mengungkap kendala dalam proses penerapan SPM. Sebab, berbagai kendala seperti kendala internet dan sistem kerap menghambat proses penyerapan anggaran.

Ketiga, KPPN di masing-masing daerah juga diperintahkan bekerja ekstra pada dua minggu terakhir tahun ini. Pasalnya, pengajuan SPM oleh K/La banyak yang disampaikan pada hari-hari terakhir menjelang penutupan buku anggaran.

Jokowi: Perubahan geopolitik dan ekonomi harus kita tanggapi dengan cepat

“Kalau kita lihat, Jakarta yang mencakup 70% konsumsinya, mengalami peningkatan rata-rata SPM masuk yang luar biasa. Bulan November hanya berkisar 900 (SPM), minggu pertama Desember naik menjadi 1200 (SPM) , minggu kedua naik menjadi 1.900 (SPM), dan pada 12 Desember ada satu KPPN yang menerima hampir 5.000 (SPM),” jelas Astera.

Keempat, lanjutnya, Kementerian Keuangan akan terus berkoordinasi dengan kementerian/lembaga untuk mempercepat penyerapan anggaran. Hal ini berlaku terutama pada kontrak atau proyek yang berjangka pendek sehingga bisa segera memasuki tahap pencairan anggaran.

Sementara itu, Kepala Anggaran Kementerian Keuangan Isa Rachmatarwata mengungkapkan, dalam dua pekan ke depan, belanja pemerintah setidaknya akan menyerap Rp 500 triliun. Salah satu pengeluaran besar di akhir tahun adalah terkait pembayaran tunjangan dan subsidi.

“Dibelanjakan pada paruh kedua Desember lebih dari Rp500 triliun, termasuk pembayaran subsidi dan tunjangan yang mencapai lebih dari Rp85 triliun. Ini bagian dari belanja besar di akhir tahun,” jelasnya.

Isa menambahkan, dalam tiga tahun terakhir, konsumsi K/L akan mengalami peningkatan yang signifikan di akhir tahun. Pada periode tersebut, rata-rata realisasi belanja K/L adalah sekitar 95% dari alokasi yang tersedia di masing-masing K/L.

Per 12 Desember 2023, realisasi belanja pemerintah tercatat sebesar Rp2.588,2 triliun atau 83,03% dari alokasi belanja pemerintah tahun ini sebesar Rp3.117,2 triliun. Realisasi belanja pemerintah mengalami pertumbuhan negatif dibandingkan penyerapan pada periode yang sama tahun 2022 sebesar Rp 2.698,4 triliun.

Salah satu penyebab melambatnya penyerapan belanja pemerintah adalah turunnya harga minyak dunia, yang berdampak pada rendahnya belanja retribusi dan subsidi energi.

Dalam asumsi makro APBN tahun 2023, harga minyak mentah Indonesia (ICP) ditetapkan sebesar USD 90 per barel. Sedangkan pada tahun berjalan, harga ICP sebesar 78,9 USD per barel. Akibatnya, realisasi belanja retribusi dan subsidi energi tampak lebih rendah.

Data Kementerian Keuangan menunjukkan realisasi belanja tunjangan dan subsidi bahan bakar minyak (BBM) mencapai Rp 99,6 triliun hingga 12 Desember 2023. Jumlah tersebut terdiri dari 14,93 juta kiloliter BBM bersubsidi dan 11,89 juta kiloliter BBM kompensasi. Nilai pengeluaran bulanannya mencapai Rp 9,1 triliun. (Mir/Z-7)

Dengan strategi pemasaran yang tepat dan penawaran promosi yang menarik, tujuan meningkatkan pembelian di akhir tahun dapat tercapai. Melalui penggunaan iklan, diskon, dan program loyalitas, bisnis dapat mendorong konsumen untuk membeli lebih banyak produk mereka menjelang akhir tahun. Dengan demikian, pendapatan bisnis dapat meningkat secara signifikan.

Source

Pos terkait