Memasuki musim hujan, Kementerian Pertanian tengah menyiapkan waduk pertanian

Memasuki Musim Penghujan, Kementan Siapkan Embung Pertanian Penampung Air

Topautopay.com – Dengan memasuki musim hujan, Kementerian Pertanian tengah giat menyiapkan waduk pertanian. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi kekurangan air pada musim kemarau serta meningkatkan produksi pertanian. Diharapkan, persiapan ini dapat membantu petani menghadapi tantangan musim hujan yang dapat mempengaruhi hasil panen mereka.

MEMASUKI musim hujan, Kementerian Pertanian melakukan berbagai langkah untuk meningkatkan produktivitas pertanian, salah satunya adalah pembuatan waduk air untuk pertanian. Petani bisa memanfaatkan tangki air yang selalu terisi saat musim hujan sehingga tidak perlu lagi khawatir kekurangan air. El Nino harus menjadi salah satu pembelajaran bagi pertanian. Karena dampaknya tidak hanya di Indonesia, tapi juga dunia. Ada krisis pangan yang mengancam dunia, kata Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam keterangan tertulisnya, Rabu. (13/12). Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan Ali Jamil mengatakan, selain waduk, irigasi UPLAN meliputi rehabilitasi Jaringan Irigasi Tersier (RJIT), irigasi pompa atau pipa beserta perlengkapannya. Irigasi air tanah, bendungan parit dan penyimpanan jangka panjang. “Pembangunan infrastruktur irigasi ini dilaksanakan sebagai bentuk dukungan UPLAND kepada para petani agar tetap produktif dan terus memperoleh nilai ekonomi,” kata Ali. Baca juga: Masuk Musim Hujan, Jokowi Minta Petani Segera Tanam (On Farm) dan Setelah Panen (Off Farm). Kabupaten Banjarnegara dengan luas 500 hektar bisa mengintegrasikan produk kopi dengan domba, Lebak punya lahan manggis 450 hektar, Garut punya lahan bibit kentang 200 hektar, Tasikmalaya punya lahan 500 hektar untuk beras organik. Selanjutnya Subang punya lahan manggis 1.165 hektar, Minahasa Selatan punya lahan kentang 840 hektar, Gorontalo punya lahan Pisang Gape 70 hektar, Lombok Timur punya lahan bawang putih 811 hektar, Purbalingga punya lahan kambing dan lada putih 320 hektar. Baca juga: Produksi padi di Kalsel meningkat 18.560 ton, ada pula Malang luas bawang merah 300 hektar, Magelang luas beras organik 2.000 hektar, Sumenep luas bawang merah 460 hektar, dan Sumbawa luas bawang merah 800 hektar. Pembangunan prasarana irigasi harus sesuai ketentuan karena harus berdasarkan hasil penelitian, penyelidikan, dan desain (SID) oleh tim teknis. Lokasi tersebut dilengkapi dengan peta geospasial dan sumber air yang tersedia, serta mekanisme bantuan sesuai dengan AWPB dan Rencana Pengadaan. “Selain infrastruktur irigasi, UPLAND juga memberikan bantuan infrastruktur jalan pertanian, alat dan mesin pertanian serta peralatan pengolahan pasca panen,” kata Ali. Berdasarkan tinjauan realisasi fisik terkini, UPLAND telah membangun prasarana irigasi yang meliputi terasering seluas 457 ha, parit/bendungan waduk 111 unit, embung 100 ha, sistem irigasi 1.974 ha, saluran irigasi sepanjang 118 km dan 257 unit irigasi. saluran pipa. (Z-6)

MEMASUKKAN Musim hujan Kementerian Pertanian melakukan berbagai langkah untuk meningkatkan produktivitas pertanian salah satunya adalah produksi tangki air untuk pertanian. Petani bisa memanfaatkan tangki air yang selalu terisi saat musim hujan sehingga tidak perlu lagi khawatir kekurangan air.

Bacaan Lainnya

El Nino harus menjadi salah satu pembelajaran bagi pertanian. Karena dampaknya tidak hanya di Indonesia, tapi juga dunia. Ada krisis pangan yang mengancam dunia, kata Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam keterangan tertulisnya, Rabu. (13/12).

Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan Ali Jamil mengatakan, selain waduk, irigasi UPLAN meliputi rehabilitasi Jaringan Irigasi Tersier (RJIT), irigasi pompa atau pipa beserta perlengkapannya. Irigasi air tanah, bendungan parit dan penyimpanan jangka panjang.

“Pembangunan infrastruktur irigasi ini dilakukan sebagai bentuk dukungan UPLAND kepada para petani agar tetap produktif dan terus memperoleh nilai ekonomi,” kata Ali.

Ali mengatakan melalui kerja sama dengan Islamic Development Bank (IsDB) dan International Fund for Agricultural Development (IFAD), pihaknya telah mengembangkan irigasi di 13 kabupaten dengan menganut konsep integrasi antara hulu (on-farm) dan pasca- sektor panen (off-farm).

Kabupaten Banjarnegara dengan luas lahan 500 hektar bisa mengintegrasikan komoditas kopi dengan domba, Lebak punya lahan manggis 450 hektar, Garut punya lahan bibit kentang 200 hektar, Tasikmalaya punya lahan 500 hektar untuk beras organik.

Selanjutnya Subang punya lahan manggis 1.165 hektar, Minahasa Selatan punya lahan kentang 840 hektar, Gorontalo punya lahan Pisang Gape 70 hektar, Lombok Timur punya lahan bawang putih 811 hektar, Purbalingga punya lahan kambing dan lada putih 320 hektar.

Ada pula Malang dengan luas lahan bawang merah 300 hektar, Magelang dengan luas lahan padi organik 2000 hektar, Sumenep dengan luas lahan bawang merah 460 hektar, dan Sumbawa dengan luas lahan bawang merah 800 hektar.

Pembangunan prasarana irigasi harus sesuai ketentuan karena harus berdasarkan hasil penelitian, penyelidikan, dan desain (SID) oleh tim teknis. Lokasi tersebut dilengkapi dengan peta geospasial dan sumber air yang tersedia, serta mekanisme bantuan sesuai dengan AWPB dan Rencana Pengadaan.

“Selain infrastruktur irigasi, UPLAND juga memberikan bantuan infrastruktur jalan pertanian, alat dan mesin pertanian serta peralatan pengolahan pasca panen,” kata Ali.

Berdasarkan ringkasan realisasi fisik terakhir, UPLAND telah membangun infrastruktur irigasi meliputi terasering seluas 457 ha, waduk/bendungan parit 111 unit, embung 100 ha, sistem irigasi 1.974 ha, saluran irigasi sepanjang 118 km, dan jaringan pipa 257 unit. (Z-6)

Kementerian Pertanian sedang mempersiapkan waduk pertanian untuk memasuki musim hujan. Langkah ini diambil guna mengantisipasi kekurangan air saat musim kemarau. Dengan adanya waduk pertanian, diharapkan pertanian di Indonesia dapat tetap berkembang dengan optimal meskipun menghadapi cuaca yang tidak menentu.

Source

Pos terkait