Melalui Ksatria, Kementan yakin bisa mengoptimalkan lahan

Lewat Kesatria, Kementan Yakin Bisa Optimalkan Lahan Perkebunan demi Tambah Produksi Padi

Topautopay.com – Melalui program Ksatria, Kementan yakin bisa mengoptimalkan lahan pertanian di Indonesia. Dengan melibatkan para relawan yang memiliki komitmen tinggi, program ini diharapkan dapat memberikan solusi dan penerapan teknologi pertanian yang tepat guna untuk meningkatkan hasil panen dan kesejahteraan petani.

Kementan gencarkan program tumpangsari sawit (Ksatria) (Dok. Kementan)

KEMENTERIAN PERTANIAN (Kementan) menggencarkan program tanaman kelapa sawit dengan tanaman pangan (Ksatria), hal ini merupakan salah satu upaya mendukung pelaksanaan kegiatan optimalisasi lahan basah, drainase air hujan, dan hamparan padi gogo untuk tahun anggaran 2024.

Bacaan Lainnya

Sebelumnya, Direktur Jenderal (Dirjen) Perkebunan Andi Nur Alam Syah mengatakan, atas arahan Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman, Direktorat Jenderal Perkebunan bertanggung jawab dalam penyiapan lahan perkebunan dan CPCL penerima padi tumpang sari di perbukitan kegiatan dalam upaya peningkatan areal tanam padi. “Program Ksatria ini diharapkan dapat memberikan tambahan produksi sebesar 1 juta ton gabah kering panen (GKP),” kata Andi Nur.

Untuk mewujudkan hal tersebut dan sesuai instruksi Menteri Pertanian dan Dirjen Perkebunan, Sekretaris Direktorat Jenderal Perkebunan Heru Tri Widarto melakukan penanaman padi di perkebunan kelapa sawit, kali ini dari Kelompok Tani Tunas Jaya Raharja. , Desa Kerta Raharja, Kecamatan. Banjarsari, Kab. Lebak – Provinsi Banten. Pada saat yang sama Dr. Ir. H. Agus M. Tauchid, MSi, Kepala Dinas Pertanian Provinsi Banten, mengatakan potensi padi gogo di Banten seluas 30.000 ha, dan di provinsi Lebak seluas 12.000 ha.

Baca Juga: Lewat Ksatria, Kementerian Pertanian optimistis optimalkan lahan perkebunan untuk meningkatkan produksi padi

Dari potensi tersebut, 400 ha merupakan lahan PSR. Hingga saat ini, Departemen telah mengusulkan lahan PSR seluas 140 ha sebagai usulan lokasi calon petani (CPCL) dan 3600 ha lahan perkebunan lainnya.

Kegiatan penanaman padi gogo ini dilakukan di lahan seluas 3,5 hektar (area PSR hasil penanaman kelapa sawit Rekomtek 2023 pada bulan Desember 2023). Selanjutnya, penanaman akan terus dipercepat hingga mencapai 12.000 ha secara bertahap berdasarkan usulan usulan CPCL.

“Program Ksatria ini diharapkan dapat mendukung optimalisasi lahan perkebunan untuk mendukung program peningkatan luas areal tanaman pangan khususnya padi gogo,” kata Heru saat memberikan arahan di lokasi penanaman Kabupaten. Lebak Banten, Kamis (14.3.).

Baca juga: Harapan Tanaman Kelapa Sawit Sehat Terserang Ganoderma

Dari hasil identifikasi Badan Umum Perkebunan diketahui bahwa tersedia lahan PSR potensial yang dapat dioptimalkan untuk ditanami padi gogo. Sekretaris Direktorat Jenderal Perkebunan bertanggung jawab atas pelaksanaan kegiatan di provinsi Jambi, Sumatera Selatan, Banten dan Kalimantan Timur.

Pada titik ini, jelas Heru, untuk menghasilkan tanaman yang optimal tentunya perlu memperhatikan beberapa kriteria lokasi calon lahan, minimal memenuhi salah satu syarat seperti perluasan areal tanam (PAT), perluasan areal tanam (PAT), dan perluasan areal tanam (PAT). peningkatan indeks tanam tahun sebelumnya, budidaya tanaman sehat/IPM, pengembangan Dem Area, lokasi yang terkena bencana alam seperti serangan hama, banjir dan kekeringan, serta prediksi dampak perubahan iklim ekstrim, serta lokasi lahan basah , tumpangsari/tumpangsari padi – menanam tanaman pada lahan yang ada untuk meningkatkan produktivitas dan dapat meningkatkan pendapatan petani. “Ini potensinya besar, mari kita tanamkan kepercayaan dan komitmen, bersama-sama kita bisa mewujudkan kedaulatan pangan di masa depan,” harap Heru.

Sekretaris Direktorat Jenderal Perkebunan juga menyampaikan bahwa pemerintah terus berupaya membangkitkan semangat nasional untuk meningkatkan produksi beras. Kuncinya, dimanapun ada lahan yang bisa ditanami padi atau jagung, tanamlah. Lahan kelapa sawit yang belum menghasilkan dioptimalkan dengan menanam tanaman tangkapan seperti padi gogo. (Z-7)

Melalui program Ksatria, Kementan yakin dapat mengoptimalkan pengelolaan lahan pertanian di Indonesia. Dengan bantuan teknologi dan pelatihan yang disediakan, petani diharapkan dapat meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan mereka. Ksatria membawa harapan bagi pertanian Indonesia menuju masa depan yang lebih cerah dan berkelanjutan.

Source

Pos terkait