Mahasiswa USK menciptakan inovasi sampo untuk kucing dari daun asam jawa

Mahasiswa USK menciptakan inovasi sampo untuk kucing dari daun asam jawa

Topautopay.com – Sebuah terobosan menarik datang dari mahasiswa Universitas Syiah Kuala (USK) yang berhasil menciptakan inovasi sampo untuk kucing dari daun asam jawa. Inovasi ini diharapkan dapat memberikan solusi alami dan aman untuk membersihkan bulu kucing, serta mengurangi dampak buruk bahan-bahan kimia pada hewan peliharaan.

MAHASISWA Universitas Syiah Kuala (USK) Aceh yang tergabung dalam Program Kreatif Mahasiswa Kewirausahaan (PKM-K) menciptakan inovasi sampo herbal untuk kucing melawan jamur dan bakteri dengan menggunakan daun asam jawa. Tim terdiri dari mahasiswa seluruh program studi, dan terdiri dari ketua tim Hidayatus Sadri, dengan anggota, Lailatul Hasanah, Ririn Triyuliani, Safetri Yona, dari Fakultas Kedokteran Hewan dan Aura Magfirah dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis, yang membawahi oleh Wahyu Eka Sara. Peluncuran produk bernama Cat Tamarin ini diawali dengan semakin banyaknya masyarakat yang menjadi pecinta kucing khususnya di kota Banda Aceh. Pada umumnya sampo yang dijual di pasaran sebagian besar terbuat dari bahan baku kimia sehingga dapat menimbulkan beberapa efek samping pada kucing seperti alergi, iritasi, bulu rontok, dan kulit kering. Baca juga: Imigrasi Universitas Surabaya dan Airlangga Gelar Edukasi Mahasiswa Asing “Tim ini berdiskusi tentang pembuatan produk perawatan kucing inovatif yang menggunakan bahan-bahan alami. Membaca berbagai literatur yang ada, serta ketersediaan tanaman asam jawa di lingkungan kampus, hal ini menjadi sebuah potensi yang bisa dimanfaatkan,” jelas ketua tim Hudayatus Sadri, Jumat (24/11). Tanaman ini merupakan tanaman multifungsi, mulai dari batang hingga daunnya dapat dimanfaatkan dalam industri makanan, minuman, farmasi, dan kerajinan. Sementara itu, tidak ada upaya untuk mengubah daun tersebut menjadi sesuatu yang bernilai guna. Baca Juga: Mahasiswa Polbangtan Bogor Raih Prestasi di Lomba Karya Ilmiah Faktanya, ada beberapa senyawa bioaktif yang terkandung dalam ekstrak daun asam jawa yang diketahui memiliki efek antibakteri, antijamur, antiradang, dan antioksidan. “Sampai saat ini kami belum pernah menemukan sampo kucing komersial yang berbahan dasar asam jawa,” kata Hudayatus. Sementara itu, Aura menambahkan, produk-produk produksi yang diusulkan pada PKM-K merupakan hasil inisiatif mandiri yang bertujuan untuk membuka pangsa pasar produk sampo kucing berbahan dasar alami. Keunggulan produk ini adalah memanfaatkan potensi sumber daya lokal yang berbahan dasar ekstrak tumbuhan alami daun asam jawa sebagai bahan utamanya, sehingga produk yang dihadirkan untuk perawatan hewan lebih aman digunakan dibandingkan dengan produk berbahan kimia. “Kami berharap dengan adanya produk ini menjadi sebuah ide baru yang dapat membantu meningkatkan pertumbuhan bisnis UMKM di masyarakat khususnya di kota Banda Aceh,” kata Aura. (Z-5)

MAHASISWA Universitas Syiah Kuala (USK) Aceh yang tergabung dalam Program Kreatif Mahasiswa Kewirausahaan (PKM-K) menciptakan inovasi sampo herbal untuk kucing melawan jamur dan bakteri dengan menggunakan daun asam jawa.

Bacaan Lainnya

Tim terdiri dari mahasiswa seluruh program studi, dan terdiri dari ketua tim Hidayatus Sadri, dengan anggota, Lailatul Hasanah, Ririn Triyuliani, Safetri Yona, dari Fakultas Kedokteran Hewan dan Aura Magfirah dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis, yang membawahi oleh Wahyu Eka Sara.

Peluncuran produk bernama Cat Tamarin ini diawali dengan semakin banyaknya masyarakat yang menjadi pecinta kucing khususnya di kota Banda Aceh. Umumnya produk sampo yang dijual di pasaran sebagian besar terbuat dari bahan baku kimia sehingga dapat menimbulkan beberapa efek samping pada kucing seperti alergi, iritasi, bulu rontok, dan kulit kering.

Baca juga: Imigrasi Universitas Surabaya dan Airlangga menyelenggarakan pendidikan bagi mahasiswa asing

“Tim ini sedang mendiskusikan penciptaan produk inovasi perawatan kucing yang menggunakan bahan-bahan alami. Membaca berbagai literatur yang ada, serta ketersediaan tanaman asam jawa di lingkungan kampus, merupakan potensi yang bisa dimanfaatkan,” jelas ketua tim. Hudayatus Sadri, Jumat (24/11).

Tanaman ini merupakan tanaman serba guna, mulai dari batang hingga daunnya dapat dimanfaatkan dalam industri makanan, minuman, farmasi, dan kerajinan. Sementara itu, tidak ada upaya untuk mengubah daun tersebut menjadi sesuatu yang bernilai guna.

Baca juga: Mahasiswa Polbangtan Bogor berhasil meraih prestasi dalam kompetisi karya ilmiah tersebut

Faktanya, terdapat beberapa senyawa bioaktif dalam ekstrak daun asam jawa yang diketahui memiliki efek antibakteri, antijamur, antiinflamasi, dan antioksidan.

“Sampai saat ini kami belum pernah menemukan sampo kucing komersial yang berbahan dasar asam jawa,” kata Hudayatus.

Sementara itu, Aura menambahkan, produk-produk produksi yang diusulkan pada PKM-K merupakan hasil inisiatif mandiri yang bertujuan untuk membuka pangsa pasar produk sampo kucing berbahan dasar alami.

Keunggulan produk ini adalah memanfaatkan potensi sumber daya lokal yang berbahan dasar ekstrak tumbuhan alami daun asam jawa sebagai bahan utamanya, sehingga produk yang dihadirkan untuk perawatan hewan lebih aman digunakan dibandingkan dengan produk berbahan kimia.

“Kami berharap dengan adanya produk ini menjadi sebuah ide baru yang dapat membantu meningkatkan pertumbuhan bisnis UMKM di masyarakat khususnya di kota Banda Aceh,” kata Aura. (Z-5)

Mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USK) telah berhasil menciptakan inovasi sampo untuk kucing yang terbuat dari ekstrak daun asam jawa. Inovasi ini diharapkan dapat memberikan alternatif yang lebih sehat dan aman bagi pemilik kucing dalam merawat bulu dan kulit hewan peliharaan mereka. Langkah inovatif ini patut diapresiasi.

Source

Pos terkait