KPK umumkan 4 tersangka OTT di Labuhanbat

KPK umumkan 4 tersangka OTT di Labuhanbat

Topautopay.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah mengumumkan 4 tersangka dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Labuhanbatu, Sumatera Utara. Mereka diduga terlibat dalam kasus dugaan suap terkait pembangunan proyek di daerah tersebut. KPK akan terus melakukan tindak lanjut terhadap kasus tersebut.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap hasil pemeriksaan pihak-pihak yang terjerat Operasi Suap (OTT) di Labuhanbat, Sumatera Utara. Total ada empat orang yang menjadi tersangka. “(Tersangka telah ditetapkan) setelah kasusnya terungkap,” kata Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Jumat (12/1). Bupati Labuhanbatu Erik Adtrada Ritonga menjadi salah satu pihak yang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus tersebut. Tiga partai lainnya adalah Anggota DPRD Rudi Syahputra Ritonga dan dua pihak swasta, Effendy Saputra dan Fazar Syahputra. Baca juga: Anies Baswedan Paling Kecil Potensi Korupsi, Kata Siapa? Semuanya terlibat kasus dugaan pemberian hadiah atau janji proyek pengadaan barang dan jasa di Provinsi Labuhanbatu. Dalam operasi senyap kemarin, KPK sebenarnya menangkap sepuluh orang. Sisanya dilepas karena dianggap tidak ada hubungannya. Baca juga: Penyidikan Selesai, Yasin Limpo Diinterogasi Hanya 2 Jam Penetapan Tersangka Berdasarkan Barang Bukti Yang Ditemukan Penyidik ​​Saat Penangkapan. Komisi Pemberantasan Korupsi memberikan status hukum sesuai ketentuan yang berlaku. “Masuk ke tahap penyidikan berdasarkan kecukupan alat bukti,” kata Ghufron. KPK langsung memerintahkan para tersangka ditahan selama 20 hari pertama. Upaya penindakan ini bisa diperluas jika penyidik ​​perlu melengkapi berkas perkara. “(Penahanan berdasarkan) kebutuhan proses penyidikan,” kata Ghufron. (Z-8)

Bacaan Lainnya

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap hasil pemeriksaan pihak-pihak yang terjerat Operasi Suap (OTT) di Labuhanbat, Sumatera Utara. Total ada empat orang yang menjadi tersangka.

“(Tersangka sudah ditetapkan) setelah kasusnya terungkap,” kata Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Jumat (12/1).

Bupati Labuhanbatu Erik Adtrada Ritonga menjadi salah satu pihak yang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus tersebut. Tiga partai lainnya adalah Anggota DPRD Rudi Syahputra Ritonga dan dua pihak swasta, Effendy Saputra dan Fazar Syahputra.

Baca juga: Anies Baswedan Paling Kecil Potensi Korupsi, Kata Siapa?

Semuanya terlibat kasus dugaan pemberian hadiah atau janji proyek pengadaan barang dan jasa di Provinsi Labuhanbatu. Dalam operasi senyap kemarin, KPK sebenarnya menangkap sepuluh orang. Sisanya dilepas karena dianggap tidak ada hubungannya.

Baca juga: Ujian Selesai, Yasin Limpo Ujian Hanya 2 Jam

Keputusan tersangka itu berdasarkan bukti-bukti yang ditemukan penyidik ​​saat penangkapan. Komisi Pemberantasan Korupsi memberikan status hukum sesuai ketentuan yang berlaku.

“Masuk ke tahap penyidikan berdasarkan kecukupan alat bukti,” kata Ghufron.

KPK langsung memerintahkan para tersangka ditahan selama 20 hari pertama. Upaya penindakan ini bisa diperpanjang apabila penyidik ​​perlu melengkapi berkas perkara.

“(Penahanan berdasarkan) kebutuhan proses penyidikan,” kata Ghufron. (Z-8)

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah mengumumkan 4 tersangka Operasi Tangkap Tangan (OTT) terkait dugaan suap proyek di Labuhanbat. KPK terus berkomitmen memberantas korupsi di berbagai sektor untuk membangun negara yang bersih. KPK juga meminta dukungan masyarakat untuk mengawasi dan melaporkan tindak korupsi.

Source

Pos terkait