Korban tewas akibat ledakan smelter di Morowali bertambah menjadi 21 orang

Korban Jiwa Ledakan Smelter di Morowali Jadi 21 Orang

Topautopay.com – Tahun ini, tragedi ledakan smelter di Morowali, Sulawesi Tengah telah menambah daftar korban tewas menjadi 21 orang. Kejadian tersebut menimbulkan keprihatinan mendalam bagi masyarakat setempat dan pemerintah. Penyelidikan masih terus dilakukan untuk mencari tahu penyebab pasti ledakan yang merenggut nyawa para korban.

Korban jiwa akibat kebakaran yang disertai ledakan tungku peleburan di kawasan industri nikel PT Indonesia Tsingshan Stainless Steel (ITSS) di Morowali, Sulawesi Tengah, bertambah. Total korban sebanyak 21 orang. Kepala Hubungan Media PT IMIP Dedy Kurniawan membenarkan adanya tambahan korban jiwa tersebut. Menurut dia, satu orang pekerja yang dirujuk dan dirawat intensif di RS Wahidin Makassar, Sulawesi Selatan, meninggal dunia. “Pekerja itu bernama Martinus Risal. “Beliau meninggal dunia hari ini di RS Wahidin Makassar,” jelasnya saat dihubungi Media Indonesia di Palu, Selasa (1/2). Baca Juga: Polisi Segera Tetapkan Tersangka Ledakan Pabrik Nikel Morowali. Dedy menjelaskan, Martinus sempat dirawat di RSUD Morowali pasca kejadian tersebut, namun dirujuk ke RS Wahidin atas permintaan keluarganya. Almarhum dirawat dengan baik di Wahidin, namun karena lukanya cukup serius, ia meninggal dunia, kata Dedy. Jenazah Martinus diberangkatkan dari Makassar ke kampung halamannya di Rantepao, Kabupaten Tana Toraja. Baca juga: Korban Tewas Ledakan Pabrik Peleburan Morowali Jadi 20 Orang. Atas permintaan pihak keluarga dan di Rantepao, jenazah almarhum akan dimakamkan, kata Dedy. Seperti kematian sebelumnya, hak Martinus juga akan diberikan kepada ahli warisnya. Dana pemakaman sebesar 25 juta rupiah, kemudian santunan berupa santunan perusahaan sebesar 575 juta rupiah. Totalnya Rp 600 juta, belum termasuk santunan dan tunjangan lainnya, kata Dedy. Meninggal dunia pasca kejadian maut tersebut berjumlah 21 orang, rinciannya TKI 13 orang dan TKI asal Tiongkok delapan orang, Dedy mengatakan total korban luka sebanyak 38 orang. Dari jumlah itu, 10 orang masih dirawat di RSUD Morowali, dua di PT Klinik IMIP, satu di RSUD Palopo, tiga di RSUD Makassar, dan satu di RSUD Jakarta.Sedangkan korban luka sebanyak 21 orang sisanya sudah kembali ke rumahnya dan menjalani rawat jalan, ujarnya. Akibat kebakaran yang disusul ledakan di smelter kawasan industri nikel PT ITSS pada Minggu (24/12) menyebabkan 59 korban jiwa.21 pekerja meninggal dunia, diantaranya 13 pekerja Indonesia dan delapan pekerja Tiongkok. Sementara itu, 38 pekerja lainnya mengalami luka berat dan ringan. (Z-9)

Korban jiwa akibat kebakaran yang disertai ledakan tungku peleburan di kawasan industri nikel PT Indonesia Tsingshan Stainless Steel (ITSS) di Morowali, Sulawesi Tengah, bertambah. Total korban sebanyak 21 orang.

Bacaan Lainnya

Kepala Hubungan Media PT IMIP Dedy Kurniawan membenarkan adanya tambahan korban jiwa tersebut. Menurut dia, satu orang pekerja yang dirujuk dan dirawat intensif di RS Wahidin Makassar, Sulawesi Selatan, meninggal dunia.

“Pekerja itu bernama Martinus Risal. “Beliau meninggal dunia hari ini di RS Wahidin Makassar,” jelasnya, Selasa (1/2) saat dihubungi Media Indonesia dari Palu.

Dedy menjelaskan, pasca kejadian tersebut, Martinus sempat dirawat di RSUD Morowali, namun dirujuk ke RS Wahidin atas permintaan keluarga.

Almarhum dirawat dengan baik di Wahidin, namun karena lukanya cukup serius, ia meninggal dunia, kata Dedy.

Jenazah Martinus diberangkatkan dari Makassar ke kampung halamannya di Rantepao, Kabupaten Tana Toraja.

Atas permintaan keluarga dan di Rantepao, jenazah almarhum akan dimakamkan, kata Dedy.

Seperti kematian sebelumnya, hak Martinus juga akan diberikan kepada ahli warisnya. “Dana pemakaman sebesar 25 juta rupiah, kemudian santunan berupa santunan perusahaan sebesar 575 juta rupiah. Totalnya Rp 600 juta, belum termasuk biaya dan tunjangan lainnya,” kata Dedy.

Dengan tambahan kematian tersebut, maka total pekerja yang meninggal akibat kejadian fatal tersebut menjadi 21 orang. Rinciannya, 13 TKI dan delapan TKI asal Tiongkok.

Dedy mengatakan total korban luka berjumlah 38 orang. Dari jumlah itu, 10 orang masih dirawat di RSUD Morowali, dua orang di Klinik PT IMIP, satu orang di RSUD Palopo, tiga orang di RSUD Makassar, dan satu orang di RS Jakarta.

Sedangkan 21 korban luka sisanya sudah kembali ke rumahnya masing-masing dan menjalani perawatan rawat jalan, ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, kecelakaan kerja akibat kebakaran yang disusul ledakan di smelter kawasan industri nikel PT ITSS pada Minggu (24/12) menimbulkan 59 korban jiwa.

Sebanyak 21 pekerja meninggal, termasuk 13 pekerja Indonesia dan delapan pekerja Tiongkok.

Sementara itu, 38 pekerja lainnya mengalami luka berat dan ringan.

(Z-9)

Korban tewas akibat ledakan smelter di Morowali bertambah menjadi 21 orang. Bencana tersebut menimbulkan duka mendalam di kalangan masyarakat setempat. Pihak berwenang masih melakukan investigasi untuk mengetahui penyebab pasti dari ledakan tersebut. Semoga para korban diberikan kekuatan dan keluarga yang ditinggalkan mendapat kekuatan untuk menghadapi cobaan ini.

Source

Pos terkait