Kementerian Pertanian memperkuat peran Gorontal sebagai sentra jagung

Kementerian Pertanian memperkuat peran Gorontal sebagai sentra jagung

Topautopay.com – Kementerian Pertanian telah memperkuat peran Gorontalo sebagai sentra jagung. Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan produksi jagung di daerah tersebut. Dengan dukungan dan pembinaan yang diberikan, diharapkan Gorontalo dapat menjadi sentra jagung yang memberikan kontribusi besar dalam pemenuhan kebutuhan jagung nasional.

DAMPAK iklim El Nino ekstrem dan potensi krisis pangan global terhadap ketahanan pangan nasional harus terus diwaspadai. Untuk mengatasi tantangan tersebut, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengarahkan jajarannya untuk terus meningkatkan produksi pangan, khususnya jagung dan beras. Sesuai instruksi Menteri Pertanian Amran, Kementerian Pertanian (Kementan) mendorong program upaya khusus (Upsus) untuk meningkatkan produksi dan produktivitas padi dan jagung di beberapa daerah yang memiliki potensi besar. Direktorat Jenderal Perkebunan (Ditjenbun) sebagai penanggung jawab kegiatan Upsus di Provinsi Gorontalo, juga mendukung upaya dan mengawal percepatan penanaman jagung dan padi di provinsi tersebut. Baca Juga: Polbangtan Medan Jalin Kerjasama Tingkatkan Pelayanan CoS EASy “Provinsi Gorontalo merupakan salah satu provinsi yang “memiliki potensi lahan khususnya untuk peningkatan jumlah pangan,” kata Direktur Jenderal Perkebunan (Dirjenbun) Andi Nur Alam Syah dalam keterangan persnya, Rabu. (22/11) dini hari.Sebagai upaya memperkuat peran Gorontalo sebagai hub jagung nasional, Provinsi Gorontalo mendapat bantuan pada masa tanam November hingga Desember 2023. “Untuk Provinsi Gorontalo, kami menargetkan kegiatan optimalisasi seluas 10.000 hektare. Selain itu, ada Anggaran Belanja Tambahan (ABT) seluas 13.000 hektare. Total lahannya 23.000 hektare untuk jagung, kata Nur Alam.Baca juga: Kementerian Pertanian memperkuat program, kunci percepatan pembangunan perkebunan Pemerintah saat ini telah mengalokasikan anggaran khusus berupa ABT -a, anggaran yang khusus digunakan untuk mempercepat produksi jagung dan beras. General Manager Perkebunan menghimbau kepada pemerintah daerah untuk segera membentuk Daftar Potensi Petani dan Calon Lokasi (CPCL) dalam Peraturan CPCL dan masukkan ke dalam aplikasi agar semua data akurat dan tercatat tepat sasaran. Kepala Dinas Pertanian Gorontalo Muljady D Mario mengatakan daerahnya siap melaksanakan kegiatan Upsus Kementerian Pertanian. “Pada tahun 2024, Provinsi Gorontalo mempunyai target seluas 106.000 hektar. “Kami mampu mengamankan kurang lebih 200.000 hektare, khusus untuk jagung saja,” jelas Muljady saat kegiatan persiapan tanam jagung di Kecamatan Tilongkabila, Gorontalo, Senin (20/11). Mewakili Dirjen Perkebunan, Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan Prayudi Syamsuri bersama Kepala BBPPTP Pontianak Andi Faisal turut hadir dalam kegiatan persiapan penanaman jagung. Kehadiran Badan Umum Perkebunan juga untuk mengecek ketersediaan lahan untuk penanaman jagung. Baca juga: Perluas Ekspor, Kementan Perkuat Kerjasama Sektor Peternakan dengan Timor Leste “Kami berharap melalui program Upsus ini peran Provinsi Gorontalo sebagai sentra jagung semakin diperkuat dan mampu memenuhi kebutuhan nasional. untuk jagung,” harapnya. (RO/S-3)

DAMPAK iklim El Nino ekstrem dan potensi krisis pangan global terhadap ketahanan pangan nasional harus terus diwaspadai. Untuk mengatasi tantangan tersebut, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengarahkan jajarannya untuk terus meningkatkan produksi pangan, khususnya jagung dan beras.

Bacaan Lainnya

Sesuai instruksi Menteri Pertanian Amran, Kementerian Pertanian (Kementan) mendorong program upaya khusus (Upsus) untuk meningkatkan produksi dan produktivitas padi dan jagung di beberapa daerah yang memiliki potensi besar.

Direktorat Jenderal Perkebunan (Ditjenbun) sebagai penanggung jawab kegiatan Upsus Provinsi Gorontalo, juga mendukung upaya dan mengawal percepatan penanaman jagung dan padi di provinsi tersebut,

Polbangtan Medan menjalin kerjasama untuk meningkatkan pelayanan CoS EASy

“Provinsi Gorontalo merupakan salah satu provinsi yang mempunyai potensi lahan untuk meningkatkan jumlah pangan,” kata Direktur Jenderal Perkebunan (Dirjenbun) Andi Nur Alam Syah dalam keterangan pers, Rabu (22/11) pagi.

Dalam upaya memperkuat peran Gorontalo sebagai hub jagung nasional, Provinsi Gorontalo menerima bantuan pada masa tanam November hingga Desember 2023.

“Untuk Provinsi Gorontalo, kami menargetkan kegiatan optimalisasi seluas 10.000 hektar. Selain itu, ada Anggaran Belanja Tambahan (ABT) seluas 13.000 hektar. “Total lahannya 23.000 hektar untuk jagung,” kata Nur Alam.

Kementan tengah memperkuat program yang menjadi kunci percepatan pengembangan perkebunan

Pemerintah saat ini telah mengalokasikan anggaran khusus berupa ABT, anggaran yang khusus digunakan untuk percepatan produksi jagung dan beras. Dirjen Perkebunan mengimbau pemerintah daerah segera menetapkan Daftar Potensi Petani dan Calon Lokasi (CPCL) dalam Peraturan CPCL dan memasukkannya ke dalam aplikasi agar seluruh data dapat tercatat secara akurat dan tepat sasaran.

Kepala Dinas Pertanian Gorontalo Muljady D Mario mengatakan daerahnya siap melaksanakan kegiatan Upsus Kementerian Pertanian. “Pada tahun 2024, Provinsi Gorontalo mempunyai target seluas 106.000 hektar. “Kami mampu mengamankan kurang lebih 200.000 hektare, khusus untuk jagung saja,” jelas Muljady saat kegiatan persiapan tanam jagung di Kecamatan Tilongkabila, Gorontalo, Senin (20/11).

Mewakili Dirjen Perkebunan, Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan Prayudi Syamsuri bersama Kepala BBPPTP Pontianak Andi Faisal turut hadir dalam kegiatan persiapan penanaman jagung. Kehadiran Badan Umum Perkebunan juga untuk mengecek ketersediaan lahan untuk penanaman jagung.

Perluas ekspor, Kementan perkuat kerja sama di bidang peternakan dengan Timor-Leste

“Kami berharap program Upsus ini dapat memperkuat peran Provinsi Gorontalo sebagai sentra jagung dan mampu memenuhi kebutuhan jagung nasional,” harapnya. (RO/S-3)

Kementerian Pertanian terus memperkuat peran Gorontalo sebagai sentra jagung. Langkah ini dilakukan dengan menyediakan dukungan dan bantuan teknis kepada petani, serta peningkatan infrastruktur pertanian. Diharapkan upaya ini akan meningkatkan produksi jagung di Gorontalo dan menjadikannya sebagai sentra jagung yang semakin kuat.

Source

Pos terkait