Juara 1 Desa Pancasila Kategori Kota, Kodim

Raih Juara I Kampung Pancasila Kategori Kota, Kodim 1705/Nabire Mendapatkan Penghargaan KSAD

Topautopay.com – Pemenang pertama Desa Pancasila dalam kategori Kota, Kodim menunjukkan prestasi luar biasa dalam pengelolaan desa. Dengan berbagai program unggulan dan inovasi, desa ini berhasil meraih juara 1 Kodim. Keberhasilan ini menunjukkan komitmen dan kerja keras dalam memajukan desa menuju kesejahteraan yang lebih baik.

SETELAH bersaing dengan daerah lain di tingkat nasional, Kodim 1705/Nabire berhasil meraih penghargaan dari Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Maruli Simanjuntak, TNI di Mabes TNI di Jakarta, Jumat malam (12/08). Penghargaan ini diberikan setelah Kodim 1705/Nabire menganugerahkan Kampung Pancasila, Kampung Girimulyo, Kabupaten Nabire, Provinsi Papua Tengah sebagai Kampung Pancasila sesuai dengan kategori yang ditetapkan Staf Umum Angkatan Darat. Dandim 1705/Nabire Letkol Inf Doni Firmansah yang menerima langsung penghargaan dari Kasad mengatakan, pihaknya bersyukur karena dengan terpilihnya pemenang pertama desa Pancasila, desa di wilayahnya dapat menanamkan nilai-nilai Bhinnek Tunggal Ik pada masyarakat. masyarakat dan meningkatkan pemahaman bahwa setiap penduduk Negara Indonesia harus melaksanakan nilai-nilai Pancasila dan menanamkan pemahaman bahwa seluruh warga negara Indonesia wajib memberikan penghormatan dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada para pemimpin bangsa yang berhasil meneliti dan merumuskan Pancasila sebagai dasar negara. negara. Baca juga: Pengamat: Pelanggaran Hukum oleh Penguasa Bertentangan dengan Semangat Pancasila “Dengan adanya lomba Desa Pancasila ini, kami berharap dapat menjadi pemicu bagi desa-desa lain untuk menjadi Desa Pancasila berikutnya dan sebagai wadah bagi masyarakat untuk selalu menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara,” ujarnya. Ia juga menambahkan bahwa inisiatif ini mendapat pengakuan dari berbagai pihak, karena tujuan dari lomba kampung pancasila ini adalah untuk meningkatkan kerukunan dan toleransi antar umat beragama, menciptakan media pembelajaran pancasila bagi masyarakat luas, mendorong kerukunan antar umat beragama dalam pancasila. desa, di tengah komposisi penduduk yang beragam. . Bagaimana profil Desa Girimulyo yang meraih juara pertama Desa Pancasila? Girimulyo merupakan sebuah desa di provinsi Nabira yang terdiri dari 4 RW dengan kondisi masyarakat yang heterogen baik dari segi suku, agama, suku dan budaya. Dalam situasi yang heterogen tersebut, Desa Girimulyo selain beroperasi melalui RT, RW dan PKK, juga memiliki kelompok tari dan seni budaya, pos patroli, Padepokan, kelompok pemuda dan beberapa komunitas budaya dan agama. “Keberagaman organisasi ini juga menjadi salah satu alasan dipilihnya Desa Pancasila karena kuatnya nilai gotong royong dalam masyarakat Desa Girimulyo,” lanjut Donny. Melihat potensi tersebut, Kodim 1705/Nabire mempersiapkannya menjadi desa Pancasila. Kodim berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk mewujudkan hal tersebut sekaligus memberikan akses kepada masyarakat tentang pembentukan Desa Pancasila, sehingga masyarakat memahami implementasi Desa Pancasila. Secara bertahap dan terus menerus, masyarakat desa menunjukkan rasa cintanya terhadap NKRI, dan memahami wawasan kebangsaan serta pengamalan Pancasila yang baik dan benar. “Kodim bersama warga melakukan berbagai kegiatan gotong royong dengan seluruh elemen mulai dari unsur masyarakat, TNI, dan pemerintah dalam penyiapan sarana dan prasarana pendukung desa Pancasila,” pungkas Firman. Diberitakan sebelumnya, Lomba Desa Pancasila melibatkan peserta dari seluruh perwakilan Kodam/Kodi se-Indonesia dengan mengirimkan masing-masing satu orang perwakilan tingkat kota dan desa, kemudian dipilih calon untuk 2 kategori. Awalnya terpilih 30 kandidat, dan setelah melalui proses evaluasi, terpilih 6 kandidat dalam 2 kategori yaitu 3 finalis kategori kota dan 3 kategori desa yang akan bersaing di tingkat nasional. Baca juga: Perbedaan jati diri harus dikelola dengan baik agar tidak disalahgunakan Indikator penilaian lomba Desa Pancasila dinilai secara obyektif berdasarkan implementasi nilai-nilai Pancasila dalam hubungan masyarakat dan tingkat toleransi masyarakat berdasarkan poin-poin yang terkandung dalam Pancasila. Terima kasih Pak KSAD, semoga dapat memotivasi seluruh prajurit khususnya Kodim 1705/Nabire dalam meningkatkan kualitas persatuan TNI dengan rakyat, tutupnya. Sementara itu Wakil Bupati Nabire Bapak Ismail Djamaludin yang mewakili Bupati Nabire didampingi Dandim dan Babinsa Kecamatan Girimulyo Sertu M. Baica yang turut hadir menerima penghargaan langsung dari Kepala Staf Angkatan Darat mengatakan. pihaknya bangga dan bersyukur karena meski berada di ujung timur Indonesia, mereka mampu mempersembahkan karya terbaiknya dengan terpilih menjadi juara pertama Desa Pancasila. Terima kasih Pak KSAD, terima kasih kepada Dandim Nabire dan tentunya seluruh masyarakat Nabire, kata Jamaluddin.

SETELAH bersaing dengan daerah lain di tingkat nasional, Kodim 1705/Nabire berhasil meraih penghargaan dari Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak di Mabes, Jakarta, Jumat malam (12 Agustus)

Bacaan Lainnya

Penghargaan ini diberikan setelah Kodim 1705/Nabire memperkenalkan Kampung Pancasila, Kampung Girimulyo, Kabupaten Nabire, Provinsi Papua Tengah sebagai kampung Pancasila sesuai dengan kategori yang ditentukan oleh Kantor Pusat.

Dandim 1705/Nabire Letkol Inf Doni Firmansah yang menerima langsung penghargaan dari Kasad mengatakan, pihaknya bersyukur karena dengan terpilihnya pemenang pertama desa Pancasila, desa di wilayahnya dapat menanamkan nilai-nilai Bhinnek Tunggal Ik pada masyarakat. masyarakat dan meningkatkan pemahaman bahwa setiap penduduk Negara Indonesia harus melaksanakan nilai-nilai Pancasila dan menanamkan pemahaman bahwa seluruh warga negara Indonesia wajib memberikan penghormatan dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada para pemimpin bangsa yang berhasil meneliti dan merumuskan Pancasila sebagai dasar negara. negara.

“Dengan adanya lomba Desa Pancasila ini, kami berharap dapat menjadi trigger/pendorong bagi desa-desa lainnya untuk menjadi Desa Pancasila berikutnya dan sebagai wadah bagi masyarakat untuk selalu menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara,” ujarnya. .

Ia juga menambahkan bahwa inisiatif ini mendapat pengakuan dari berbagai pihak, karena tujuan dari lomba desa Pancasila ini adalah untuk meningkatkan kerukunan dan toleransi antar umat beragama, menciptakan media pembelajaran Pancasila bagi masyarakat luas, mendorong kerukunan antar umat beragama dalam Pancasila. desa, di tengah komposisi penduduk yang beragam. .

Bagaimana profil Desa Girimulyo yang meraih juara pertama Desa Pancasila? Girimulyo merupakan sebuah desa di provinsi Nabira yang terdiri dari 4 RW dengan kondisi masyarakat yang heterogen baik dari segi suku, agama, suku dan budaya.

Dalam situasi yang heterogen tersebut, Desa Girimulyo selain beroperasi melalui RT, RW dan PKK, juga memiliki kelompok tari dan seni budaya, pos patroli, Padepokan, kelompok pemuda dan beberapa komunitas budaya dan agama.

“Keberagaman organisasi ini juga menjadi salah satu alasan dipilihnya Desa Pancasila karena kuatnya nilai gotong royong dalam masyarakat Desa Girimulyo,” lanjut Donny.

Melihat potensi tersebut, Kodim 1705/Nabire mempersiapkannya menjadi desa Pancasila. Kodim berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk mewujudkan hal tersebut sekaligus memberikan akses kepada masyarakat tentang pembentukan Desa Pancasila, sehingga masyarakat memahami implementasi Desa Pancasila. Secara bertahap dan terus menerus, masyarakat desa menunjukkan rasa cintanya terhadap NKRI, dan memahami wawasan kebangsaan serta pengamalan Pancasila yang baik dan benar.

“Kodim bersama warga melakukan berbagai kegiatan gotong royong dengan seluruh elemen mulai dari unsur masyarakat, TNI, dan pemerintah dalam penyiapan sarana dan prasarana pendukung desa Pancasila,” pungkas Firman.

Diberitakan sebelumnya, Lomba Desa Pancasila melibatkan peserta dari seluruh perwakilan Kodam/Kodi se-Indonesia dengan mengirimkan masing-masing satu orang perwakilan tingkat kota dan desa, kemudian dipilih calon untuk 2 kategori tersebut.

Awalnya terpilih 30 kandidat, dan setelah melalui proses evaluasi, terpilih 6 kandidat dalam 2 kategori yaitu 3 finalis kategori kota dan 3 kategori desa yang akan bersaing di tingkat nasional.

Indikator penilaian lomba Desa Pancasila dinilai secara obyektif berdasarkan implementasi nilai-nilai Pancasila dalam hubungan masyarakat dan tingkat toleransi masyarakat berdasarkan poin-poin yang terkandung dalam Pancasila.

Terima kasih Pak KSAD, semoga memotivasi seluruh prajurit khususnya Kodim 1705/Nabire untuk meningkatkan kualitas persatuan TNI dengan rakyat, tutupnya.

Sementara itu Wakil Bupati Nabire Bapak Ismail Djamaludin yang mewakili Bupati Nabire didampingi Dandim dan Babinsa Kecamatan Girimulyo Sertu M. Baica yang turut hadir menerima penghargaan langsung dari Kepala Staf Angkatan Darat mengatakan. pihaknya bangga dan bersyukur karena meski berada di ujung timur Indonesia, mereka mampu mempersembahkan karya terbaiknya dengan terpilih menjadi juara pertama Desa Pancasila.

Terima kasih Pak KSAD, terima kasih kepada Dandim Nabire dan tentunya seluruh masyarakat Nabire, kata Jamaluddin.

Desa Pancasila Kota telah berhasil meraih juara 1 dalam kompetisi Kodim. Prestasi ini menunjukkan dedikasi dan kerja keras masyarakat desa serta dukungan dari Kodim. Semangat juang dan kerjasama tim telah membawa Desa Pancasila meraih prestasi gemilang. Selamat bagi Desa Pancasila atas pencapaian ini.

Source

Pos terkait