Ibu dari seorang anak laki-laki Mississippi berusia 10 tahun yang ditangkap

Ibu dari seorang anak laki-laki Mississippi berusia 10 tahun yang ditangkap

Topautopay.com – Seorang ibu dari seorang anak laki-laki Mississippi berusia 10 tahun telah ditangkap dalam kasus yang menggemparkan. Kepolisian setempat menangkapnya setelah ditemukan bukti terkait kejahatan yang diduga dilakukannya. Kejadian ini menciptakan kekacauan dan kehebohan di sekitar komunitas tempat mereka tinggal. Penyelidikan lebih lanjut masih berlangsung dalam upaya untuk menyingkap kebenaran di balik insiden ini.

Hot News—

Bacaan Lainnya

Seorang ibu di Mississippi utara menuntut permintaan maaf dan pemecatan beberapa petugas di kantor polisi Senatobia setelah putranya yang berusia 10 tahun ditangkap karena buang air kecil di tempat parkir.

LaTonya Eason, ibu dari Quantavious Eason yang berusia 10 tahun, mengatakan bahwa dia sedang membuat janji pada 10 Agustus di sebuah bisnis dan putranya, yang berada di luar, melihat tanda yang mengatakan tidak ada toilet umum, jadi dia memutuskan untuk melakukannya. buang air di properti pribadi di dekat kendaraannya, kata Eason kepada wartawan pada hari Rabu saat konferensi pers dengan pengacaranya. Seorang petugas polisi yang lewat memperhatikan bocah itu, katanya. Dia menepi dan pergi ke cabang mencari ibu Quantavious, katanya. Eason mengatakan dia menegur putranya atas perilakunya dan petugas itu tampak senang.

Dia pikir cobaan itu sudah berakhir.

“Saya berkata, ‘Yah, kamu lebih tahu, jangan biarkan hal itu terjadi lagi.’ Petugas itu berkata, ‘Kamu menanganinya seperti seorang ibu, pastikan saja dia tidak melakukannya lagi. Dia bisa kembali ke mobil,’ kata Eason.

Kemudian empat petugas polisi Senatobia lainnya tiba, termasuk seorang letnan, menurut Eason. Dia mengatakan putranya ditangkap, dimasukkan ke dalam kendaraan polisi dan dibawa ke kantor polisi.

Eason mengatakan petugas yang menangkapnya mengatakan dia harus melakukan sesuatu. Dia berkata: ‘Ya, saya harus menangkapnya. Dia tidak bisa melakukan itu.’ Dia menyuruh anak saya keluar dari mobil, menyuruh anak saya meletakkan tangannya di belakang punggung dan mereka membawanya ke mobil patroli.” Senatobia terletak di Mississippi utara, kurang dari 30 mil selatan garis negara bagian Tennessee.

Kepala Polisi Senatobia Richard Chandler mengatakan dalam pernyataannya bahwa anak tersebut tidak diborgol saat kejadian tersebut.

“Seorang petugas secara pribadi menyaksikan seorang anak berusia 10 tahun melakukan tindakan di depan umum yang merupakan tindakan ilegal bagi orang dewasa dalam situasi tersebut,” kata Chandler dalam sebuah pernyataan yang diposting di Facebook.

Ibu anak laki-laki tersebut tidak hadir saat kejadian itu terjadi, menurut Chandler, namun setelah dia ditemukan, “dia diberitahu bahwa anaknya akan dirujuk ke Pengadilan Remaja karena masalah ini. Petugas polisi kemudian membawa anak berusia 10 tahun itu ke kantor polisi untuk menyelesaikan dokumen, di mana anak tersebut ditinggalkan bersama ibunya,” demikian bunyi siaran pers tersebut.

Pengacara Carlos Moore, yang mewakili keluarga tersebut, mengatakan kepada Hot News bahwa Quantavious didakwa di pengadilan remaja karena menjadi anak yang membutuhkan pengawasan. Moore juga mengatakan anak laki-laki itu ditahan di sel kantor polisi selama antara 45 menit dan satu jam. Hot News telah menghubungi polisi Senatobia untuk memberikan komentar.

LaTonya Eason mempertanyakan apakah ras berperan dalam insiden tersebut. “Maukah kamu memasukkan anak berkulit putih ke dalam sangkar? Jika itu adalah anak kulit putih, Anda tahu, mungkin itu tidak akan berhenti,” katanya pada konferensi pers.

Dalam sebuah pernyataan di Facebook, kepala polisi mengatakan, “adalah kesalahan penilaian jika kami membawa anak tersebut ke kantor polisi karena ibunya hadir pada saat itu sebagai alternatif yang masuk akal.”

“Keputusan petugas tersebut melanggar kebijakan tertulis kami dan tidak sejalan dengan pelatihan kami sebelumnya tentang cara menangani situasi seperti itu,” kata departemen kepolisian dalam pernyataan terpisah. Insiden tersebut memicu penyelidikan internal dan “sebagai hasil dari penyelidikan ini, salah satu petugas polisi yang terlibat tidak lagi dipekerjakan, dan yang lainnya akan dikenakan sanksi. Kami juga akan mengadakan pelatihan remaja wajib di seluruh departemen, seperti yang kami lakukan setiap tahun.”

Moore dan keluarganya meminta permintaan maaf, dan agar kepala polisi, letnan di tempat kejadian, dan petugas yang menangkap mereka dipecat. Keluarga juga ingin petugas yang menangkap disebutkan dan tuduhan terhadap Quantavious dibatalkan.

Hampir sebulan setelah kejadian tersebut, Moore mengatakan kepada Hot News, Quantavious yang berusia 10 tahun “putus asa dan sekarang takut pada polisi, dan dia akan memulai konseling.”

Ibu seorang anak laki-laki Mississippi berusia 10 tahun yang ditangkap menghadapi masa depan yang tidak pasti. Kejadian ini menjadi titik balik dalam hidup keluarganya. Semoga kejadian ini dapat menginspirasi masyarakat untuk memperjuangkan hak anak-anak dan meningkatkan kesadaran akan dampak negatif penangkapan terhadap keluarga yang terlibat.

Source

Pos terkait