Helen Boyd dari FCA membahas hukum Inggris dalam pembicaraan.

Helen Boyd dari FCA berbicara tentang hukum Inggris

Topautopay.com – Helen Boyd dari FCA memberikan wawasan tentang permasalahan hukum di Inggris melalui pidatonya. Boyd membahas berbagai isu hukum penting yang mempengaruhi masyarakat, termasuk hak LGBT, hak asasi manusia, dan kebebasan berekspresi. Dengan pengalaman dan pengetahuannya, Boyd memberikan perspektif yang berharga dalam memahami kompleksitas hukum di Inggris.

Helen Boyd dari FCA berbicara tentang hukum Inggris

Sebelumnya hari ini, Helen Boyd, pejabat senior di Financial Conduct Authority (FCA) mengambil bagian dalam Percakapan dengan Alissa Ostrove, Kepala Staf di CCData, selama konferensi CCDAS. Basis data aset digital pertama di Inggris dikelola oleh CCDtata, sebuah FCA- manajer benchmark terakreditasi dan pemimpin global dalam menyediakan data aset digital tingkat regulasi. Boyd telah bergabung dengan FCA selama lima belas tahun dan berperan penting dalam membentuk pendekatan organisasi terhadap aset digital.

Bacaan Lainnya

Financial Conduct Authority (FCA) adalah badan pengatur utama pasar dan institusi keuangan di Inggris. Didirikan pada tahun 2013, bertujuan untuk melindungi konsumen, memastikan integritas pasar, dan mendorong persaingan di industri jasa keuangan. FCA mempunyai wewenang untuk menetapkan standar bisnis, mengatur bisnis, dan menegakkan undang-undang perlindungan konsumen. Ia mengelola berbagai entitas keuangan, termasuk bank, perusahaan investasi, dan penyedia asuransi.

FCA juga bertanggung jawab untuk melisensikan pasar dan bursa keuangan. Ia mempunyai wewenang untuk menyelidiki dan menangani kegiatan ilegal, dan untuk memastikan bahwa pasar dijalankan secara transparan dan adil. Selain perannya di dalam negeri, FCA bekerja dengan badan pengatur internasional untuk mendorong stabilitas dan integritas di pasar keuangan global. Secara keseluruhan, FCA memainkan peran penting dalam menjaga kepercayaan konsumen dan stabilitas sistemik dalam ekosistem keuangan Inggris.

Transisi ke Aset Digital

Boyd menjelaskan, kantornya di FCA belum benar-benar beranjak dari keuangan tradisional. Mereka terus mengembangkan peraturan dan regulasi untuk pasar keuangan tradisional. Sebaliknya, mereka melihat pentingnya memasukkan kebijakan kripto ke dalam kerangka hukum mereka. FCA telah fokus pada pemahaman ruang kripto selama 18 bulan terakhir, terutama risiko yang dihadapinya, sama seperti mata uang tradisional.

Prinsip Manajemen

FCA bertujuan untuk mencapai hasil peraturan serupa di perbankan tradisional dan digital. Boyd mengatakan FCA tidak hanya peduli dengan risikonya tetapi juga terbuka terhadap peluang yang ditawarkan ruang kripto. Manajemen sedang bekerja keras untuk mencari tahu apa yang akan terjadi di masa depan, terutama karena Departemen Keuangan Inggris sedang dalam proses menetapkan kerangka kerja baru untuk aset digital.

Masuk Industri

Boyd menekankan pentingnya umpan balik industri dalam pembuatan undang-undang. FCA ingin memahami masalah dan tantangan yang dihadapi para pelaku industri dan bertujuan agar dapat diakses oleh semua pelaku pasar. Dia mengatakan serangkaian diskusi akan dilakukan dalam beberapa bulan mendatang.

Perubahan Hukum Mendatang

Boyd menunjukkan bahwa FCA sedang mempersiapkan pengenalan rezim promosi aset kripto di Inggris, yang akan mulai berlaku pada 8 Oktober 2023. Undang-undang baru ini akan mengharuskan semua promosi kripto harus disetujui oleh lembaga yang sudah mapan. terdaftar. Dia juga menyinggung “undang-undang perjalanan”, yang bertujuan untuk meningkatkan transparansi, dan perubahan yang akan datang pada aturan uang elektronik dan layanan pembayaran untuk stablecoin.

Kerjasama global

Ditanya tentang status global aset digital, Boyd mengatakan FCA bekerja sama dengan mitra internasional untuk mencapai hasil peraturan bersama. Mereka berpartisipasi dalam berbagai acara internasional dan ingin mempertahankan dialog dengan otoritas yang berbeda.

Perspektif Masa Depan

Boyd menambahkan bahwa banyak masalah di dunia kripto serupa dengan masalah keuangan tradisional. FCA akan terus menerapkan prinsip integritas pasar, perlindungan konsumen, dan persaingan di ruang kripto. Ia menambahkan, misi kedua FCA adalah mendukung pertumbuhan dan daya saing global.

Resiko dan Manfaat

Terakhir, Boyd memperingatkan bahwa pasar kripto masih dalam masalah, dan investor harus bersiap kehilangan uang. Namun, ia juga menyatakan kegembiraannya mengenai potensi dan inovasi yang dapat dihasilkan oleh teknologi baru, terutama dalam bidang branding.

Penutup

Helen Boyd, anggota FCA (Financial Conduct Authority), memberikan pandangan baru tentang hukum Inggris dalam audit keuangan dan regulasi perusahaan. Dalam presentasinya, Boyd menyoroti pentingnya kepatuhan terhadap peraturan untuk menjaga kepercayaan dan stabilitas ekonomi. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi https://www.topautopay.com/.

Pos terkait