Fakta Singkat Tentang Minyak Dan Bensin | Hot News

Fakta Singkat Tentang Minyak Dan Bensin |  CNN

Topautopay.com – Minyak dan bensin adalah bahan bakar penting dalam kehidupan sehari-hari. Minyak bumi adalah sumber utama untuk menghasilkan bensin, diesel, dan minyak tanah. Ketergantungan global terhadap minyak dan bensin menyebabkan fluktuasi harga yang signifikan. Dalam artikel ini, kita akan mencoba untuk mengungkap fakta singkat tentang minyak dan bensin.

Hot News—

Bacaan Lainnya

Berikut ini adalah cadangan dan produksi minyak mentah di seluruh dunia.

Minyak mentah adalah suatu bentuk minyak cair yang diekstraksi dari formasi batuan dan digunakan untuk bahan bakar dan keperluan lainnya.

Anggota Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) memproduksi sekitar 37% minyak mentah dunia dan memiliki hampir 80% dari total cadangan minyak mentah dunia, menurut data dari OPEC dan Administrasi Informasi Energi AS.

12 negara/anggota OPEC: Aljazair, Kongo, Guinea Ekuatorial, Gabon, Iran, Irak, Kuwait, Libya, Nigeria, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan Venezuela.

Negara-negara berikut ini memiliki cadangan minyak terbesar di dunia pada tahun 2021, menurut Administrasi Informasi Energi AS:

– Venezuela – 304 miliar barel

– Arab Saudi – 259 miliar barel

– Iran – 209 miliar barel

– Kanada – 170 miliar barel (negara non-OPEC)

– Irak – 145 miliar barel

– Kuwait – 102 miliar barel

– Uni Emirat Arab – 98 miliar barel

Rusia80 miliar barel (negara non-OPEC)

– Libia – 48 miliar barel

– Amerika Serikat – 44 miliar barel mulai Desember 2021 (negara non-OPEC)

– Nigeria – 37 miliar barel

Produksi dan konsumsi di AS

Pada tahun 2022, Amerika Serikat memproduksi sekitar 11,911 juta barel minyak mentah per hari.

Amerika Serikat memimpin dunia dalam total produksi minyak, mengungguli Arab Saudi dan Rusia pada tahun 2022.

Amerika Serikat mengonsumsi rata-rata 20,01 juta barel minyak per hari pada tahun 2022.

Amerika Serikat adalah konsumen produk minyak bumi terbesar di dunia.

Pada tahun 2022, untuk tahun ketiga berturut-turut sejak setidaknya tahun 1949, Amerika Serikat mengekspor lebih banyak minyak daripada yang diimpornya. Sekitar 60% impor minyak bruto berasal dari Kanada.

Ketergantungan AS pada minyak impor mencapai puncaknya pada tahun 2005.

11 Juli 2008 – Harga minyak mencapai rekor tertinggi $147,27 per barel sebelum mengakhiri hari di $145,08.

22 September 2008 – Harga minyak mengalami kenaikan terbesar dalam satu hari, naik $16,37 menjadi $120,92 per barel.

1973-1974 – Karena dukungan Amerika terhadap Israel dalam konflik Arab-Israel, anggota OPEC memutuskan untuk menaikkan harga minyak dari $3 per barel menjadi sekitar $12 per barel.

Oktober 1973 – OPEC mengeluarkan embargo yang menghentikan ekspor minyak ke Amerika Serikat. Warga Amerika menghadapi antrean panjang di pompa bensin dan kekurangan bensin. Harga bensin naik dari 36 sen per galon pada tahun 1972 menjadi lebih dari 50 sen per galon pada tahun 1973.

18 Maret 1974 – Pada pertemuan OPEC, tujuh anggota mencabut larangan ekspor ke Amerika Serikat. Negara-negara tersebut adalah Aljazair, Arab Saudi, Kuwait, Qatar, Bahrain, Mesir, dan Abu Dhabi. Libya dan Suriah menolak untuk mencabut larangan tersebut, dan Irak memboikot negosiasi tersebut.

31 Desember 1974 – Libya mencabut embargo minyaknya yang telah berlangsung selama 14 bulan terhadap Amerika Serikat.

22 Desember 1975 – Presiden AS Gerald Ford menetapkan Cadangan Minyak Strategis ketika ia menandatangani undang-undang “Undang-Undang Kebijakan dan Konservasi Energi”. Undang-undang tersebut dibuat sebagai tanggapan terhadap embargo minyak tahun 1973-1974. dan dampak seriusnya terhadap perekonomian. Ia memerintahkan agar negaranya mempertahankan persediaan satu juta barel minyak, yang merupakan persediaan darurat terbesar di dunia.

2013 – Untuk pertama kalinya dalam hampir dua dekade, Amerika Serikat mengimpor minyak asing lebih sedikit dibandingkan produksinya.

2020 – Amerika Serikat mengimpor lebih sedikit minyak dibandingkan ekspornya untuk pertama kalinya dalam lebih dari tujuh dekade.

Minyak dan bensin merupakan sumber daya alam yang penting bagi perekonomian global. Produksi dan konsumsi minyak telah meningkat pesat dalam beberapa dekade terakhir, namun ketergantungan pada sumber daya ini juga memberikan dampak negatif terhadap lingkungan. Perkembangan energi terbarukan menjadi solusi yang semakin penting untuk menjaga keberlanjutan energi global.

Source

Pos terkait