Fakta Cepat Tenggelamnya Kapal Feri/Kapal Besar | Hot News

Fakta Cepat Tenggelamnya Kapal Feri/Kapal Besar |  CNN

Topautopay.com – Pernahkah Anda bertanya-tanya mengapa kapal feri atau kapal besar bisa tenggelam begitu cepat? Penjelasan mendalam akan dibahas dalam artikel ini. Mulai dari faktor-faktor pemicu hingga langkah-langkah pencegahan yang perlu diambil untuk menghindari bencana serupa. Simak informasinya hanya di Hot News.

Hot News—

Bacaan Lainnya

Berikut ikhtisar bencana besar tenggelamnya kapal feri dan kapal sepanjang sejarah.

Garis waktu ini tidak komprehensif; berbagai insiden dengan setidaknya 1.000 kematian terdaftar. Jumlah korban tewas bervariasi tergantung sumbernya.

27 April 1865 – Kapal uap Sultana di Sungai Mississippi meledak dan tenggelam di dekat Memphis, Tennessee, menewaskan antara 1.450 dan 1.700 orang.

15 Juni 1904 – Kapal uap kesenangan General Slocum tenggelam di East River New York, menewaskan 1.021 orang.

15 April 1912 – Titanic tenggelam di Samudera Atlantik Utara setelah menabrak gunung es pada 14 April 1912, menewaskan 1.503 orang.

28 September 1912 – Kapal uap Jepang Kiche Maru tenggelam saat topan di lepas pantai Jepang, menewaskan lebih dari 1.000 orang.

29 Mei 1914 – Kapal uap Inggris Empress of Ireland bertabrakan dengan kapal Norwegia Storstad di St. Louis. Lawrence, menewaskan 1.014 orang.

7 Mei 1915 – Kapal mewah Lusitania tenggelam di lepas pantai Irlandia menewaskan sekitar 1.198 orang setelah ditorpedo oleh kapal selam Jerman.

26 Februari 1916 – Kapal Prancis Provence ditorpedo dan tenggelam di Laut Mediterania, menewaskan 3.100 orang.

29 Agustus 1916 – Kapal uap Tiongkok Hsin Yu tenggelam di lepas pantai Tiongkok, menewaskan sekitar 1.000 orang.

6 Desember 1917 – Kapal uap Belgia Imo dan kapal pengangkut amunisi Prancis Mont Blanc bertabrakan di Pelabuhan Halifax, menewaskan sekitar 1.600 orang.

18 Maret 1921 – Sebuah kapal uap bernama Hong Kong tenggelam di Laut Cina Selatan, menewaskan sekitar 1.000 orang.

30 Januari 1945 – Wilhelm Gustloff tenggelam di Laut Baltik setelah terkena torpedo Rusia, menewaskan lebih dari 9.000 penumpang dan awak.

10 Februari 1945 – Steuben, sebuah kapal angkut Jerman, ditorpedo di Laut Baltik, menewaskan 3.500 hingga 4.500 tentara dan warga sipil yang terluka.

16 April 1945 – Antara 6.000 dan 7.000 orang tewas ketika kapal laut Jerman Goya ditorpedo oleh kapal selam Rusia di lepas pantai Gdansk, Polandia.

1 November 1948 – Sebanyak 6.000 penumpang tewas ketika sebuah kapal dagang Tiongkok meledak dan tenggelam di lepas pantai selatan Manchuria.

3 Desember 1948 – Antara tahun 1100 dan 3920 meninggal ketika Kiangya, sebuah kapal pengungsi, meledak setelah menabrak ranjau dan tenggelam di dekat Shanghai.

26 September 1954 – Kapal feri Jepang Toya Maru tenggelam di Selat Tsugaru, Jepang, menewaskan 1.172 orang.

22 April 1980 – Sekitar 1.000 orang tewas ketika kapal feri antar pulau Don Juan tenggelam di lepas pulau Mindoro di Filipina setelah bertabrakan dengan kapal tongkang dari kota Tacloban.

20 Desember 1987 – Sekitar 4.300 orang tewas ketika kapal feri Dona Paz bertabrakan dengan kapal tanker MT Victor di Filipina.

26 September 2002 – Joola, kapal feri negara bagian Senegal, tenggelam di lepas pantai Gambia di Atlantik, menewaskan sekitar 1.863 orang. Itu membawa sekitar tiga kali lipat kapasitas normalnya.

3 Februari 2006 – Al-Salam Boccaccio 98, sebuah kapal feri penumpang Mesir, tenggelam di Laut Merah akibat kebakaran yang terjadi di bawah dek. Sedikitnya 1.000 orang tewas.

Mengutip Hot News, fakta cepat tenggelamnya kapal feri atau kapal besar merupakan masalah serius dalam keselamatan pelayaran. Berbagai faktor seperti kelebihan muatan, cuaca buruk, atau kesalahan manusia dapat menyebabkan tragedi laut yang mengancam nyawa penumpang dan kru kapal. Langkah-langkah preventif dan penegakan regulasi lebih ketat perlu diterapkan untuk mencegah kecelakaan laut di masa depan.

Source

Pos terkait