Evakuasi masih berlangsung, korban meninggal dunia dalam kecelakaan kereta api tersebut

Evakuasi Masih Berlangsung, Korban Tewas Kecelakaan KA Turangga-CL Bandung Raya Jadi 4 Orang

Topautopay.com – Evakuasi masih berlangsung setelah kecelakaan kereta api yang menewaskan puluhan orang. Tim penyelamat terus bekerja keras untuk mengevakuasi korban dan menyelamatkan yang masih terjebak. Peristiwa tragis ini menunjukkan pentingnya keselamatan dalam transportasi publik dan perlunya langkah-langkah preventif untuk mencegah tragedi serupa di masa depan.

Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) masih melakukan evakuasi lokasi kecelakaan antara KA Turangga (KA Plb 65A) dengan KA Commuterline Bandung Raya (KA 350) di Kecamatan Cikuya, Cicalengka, Bandung, pada jalur Cicalengka-Haurpugur KM 181+700 . Jumlah pasien terkonfirmasi meninggal hingga Jumat (1/5) pukul 15.00 WIB sebanyak 4 orang. General Manager Perkeretaapian Risal Wasal mengatakan, proses evakuasi terus dilakukan DJKA bersama KAI dan pihak terkait dengan prioritas penanganan korban terdampak. “Kami telah mengirimkan petugas gabungan, crane dan fasilitas pendukung dari Stasiun Kiaracondong dan Stasiun Solo Balapan yang saat ini berada di lokasi untuk membantu proses evakuasi,” kata Risal, Jumat (5/1) di Bandung. Baca Juga: KNKT Akan Selidiki Kecelakaan Kereta Api Turangga dan Bandung Raya Selama 4 Hari. Selain korban tewas, 37 korban luka-luka berhasil diidentifikasi. Tidak ada korban jiwa di antara para penumpang. 1 orang masinis, 1 orang asisten masinis, 1 orang petugas keamanan internal Stasiun Cimekar, serta 1 orang Prama KA Turangga tewas. Korban meninggal dunia dan luka-luka dilarikan ke RSUD Cicalengka, RS AMC, dan RS Edelweiss untuk mendapat perawatan lebih lanjut. “Saat ini hampir seluruh korban luka sudah keluar dari rumah sakit, dan 2 orang sisanya masih dirawat,” jelas Risal. Baca juga: Basarnas Siapkan Dua Skenario Evakuasi Gerbong Kereta Turangga dan Commuter Line Bandung. Akibat kejadian tersebut, jadwal perjalanan KA mengalami penyesuaian sehingga diharapkan calon penumpang dapat mengakses saluran informasi operator untuk melihat penyesuaian jadwal rutin. “Kami mohon maaf atas kejadian ini dan kami akan berupaya semaksimal mungkin untuk mengembalikan layanan kereta api kembali normal,” lanjut Risal. Lebih lanjut, Risal memastikan Kementerian Perhubungan melalui DJKA dan KNKT bersama KAI dan pihak terkait akan melakukan penyelidikan dan penyelidikan lebih lanjut untuk mengetahui penyebabnya. untuk mencegah hal serupa terjadi lagi.”, tutupnya. (Z-9)

Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) masih melakukan evakuasi lokasi kecelakaan antara KA Turangga (KA Plb 65A) dengan KA Commuterline Bandung Raya (KA 350) di Kecamatan Cikuya, Cicalengka, Bandung, pada jalur Cicalengka-Haurpugur KM 181+700 . Jumlah pasien terkonfirmasi meninggal hingga Jumat (1/5) pukul 15.00 WIB sebanyak 4 orang.

Bacaan Lainnya

General Manager Perkeretaapian Risal Wasal mengatakan, proses evakuasi terus dilakukan DJKA bersama KAI dan pihak terkait dengan prioritas penanganan korban terdampak.

“Kami telah mengirimkan petugas gabungan, crane, dan fasilitas pendukung dari Stasiun Kiaracondong dan Solo Balapan yang saat ini berada di lokasi untuk membantu proses evakuasi,” kata Risal, Jumat (5/1) di Bandung.

Selain korban tewas, 37 korban luka-luka berhasil diidentifikasi. Tidak ada korban jiwa di antara para penumpang. Korban meninggal dunia terdiri dari 1 orang Insinyur, 1 orang Asisten Insinyur, 1 orang Petugas Keamanan Stasiun Cimekar dan 1 orang Prama KA Turangga.

Korban meninggal dunia dan luka-luka dilarikan ke RSUD Cicalengka, RS AMC, dan RS Edelweiss untuk mendapat perawatan lebih lanjut.

Saat ini hampir seluruh korban luka sudah keluar dari rumah sakit, dan dua orang sisanya masih mendapat perawatan, jelas Risal.

Akibat kejadian tersebut, jadwal kereta api mengalami penyesuaian sehingga diharapkan calon penumpang dapat mengakses saluran informasi operator untuk melihat penyesuaian jadwal secara berkala.

“Kami mohon maaf atas kejadian ini dan kami akan berupaya semaksimal mungkin untuk mengembalikan layanan kereta api kembali normal,” lanjut Risal.

Lebih lanjut, Risal memastikan Kementerian Perhubungan melalui DJKA dan KNKT bersama KAI dan pihak terkait akan melakukan penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut untuk mengetahui penyebab kejadian tersebut.

“Mari kita berharap penyebab kejadian tersebut segera diketahui sehingga kita dapat mengambil langkah-langkah untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali,” tutupnya.

(Z-9)

Evakuasi korban yang meninggal dalam kecelakaan kereta api masih berlangsung. Tim penyelamat terus berupaya mencari korban yang masih tertimbun reruntuhan. Pihak berwenang telah memastikan bahwa jumlah korban meninggal dunia terus bertambah. Doa dan dukungan kita untuk keluarga korban yang terkena musibah ini. Semoga mereka dapat menemukan ketenangan dalam situasi yang sulit ini.

Source

Pos terkait