Dinas keamanan Belgia sedang memantau Alibaba

Dinas keamanan Belgia sedang memantau Alibaba

Topautopay.com – Dinas keamanan Belgia saat ini tengah memantau aktivitas perusahaan e-commerce terkemuka, Alibaba. Langkah ini diambil sebagai upaya untuk melindungi kepentingan nasional dan mengantisipasi potensi ancaman keamanan yang mungkin timbul. Kemitraan antara Dinas Keamanan Belgia dan Alibaba diharapkan dapat meningkatkan kerjasama dalam perlindungan cyber dan keamanan informasi di masa depan.

Hot News London—

Bacaan Lainnya

Pejabat intelijen di Belgia sedang memantau pusat logistik Alibaba di Eropa untuk kemungkinan spionase atas nama pemerintah Tiongkok.

Dinas keamanan negara Belgia VSSE mengatakan kepada Hot News pada hari Kamis bahwa mereka telah mengamati aktivitas anak perusahaan logistik Alibaba (BABA), Cainiao, di bandara kargo Liège di negara tersebut. Financial Times adalah yang pertama melaporkan berita tersebut.

“Kami dengan tegas menyangkal tuduhan tersebut [which are] berdasarkan asumsi sebelumnya,” kata Cainiao kepada Hot News dalam sebuah pernyataan. “Dia bertindak sesuai dengan semua undang-undang dan peraturan di mana dia menjalankan bisnis.”

Alibaba, yang sedang bersiap untuk memisahkan Cainiao melalui penawaran umum perdana, tidak menanggapi permintaan komentar.

VSSE mengatakan setiap perusahaan Tiongkok diwajibkan secara hukum untuk memberikan data kepada layanan keamanan Tiongkok berdasarkan permintaan, dan percaya bahwa mereka memiliki “niat dan kapasitas untuk menggunakan data tersebut untuk tujuan non-komersial.”

“[We] mendeteksi dan memerangi potensi aktivitas mata-mata dan/atau gangguan yang dilakukan oleh entitas Tiongkok, termasuk Alibaba,” kata VSSE dalam sebuah pernyataan.

Bandara Liège mengumumkan pada tahun 2018 bahwa mereka telah mencapai kesepakatan dengan Cainiao untuk menjadi pusat logistik Eropa. Dalam sebuah pernyataan pada saat itu, pihak bandara mengatakan Cainiao akan menggunakan “platform data kolaboratif” di lokasi tersebut untuk mengelola operasinya.

“Alat elektronik ini menyediakan akses informasi real-time bagi mitra logistik, pembeli, dan penjual,” katanya.

Pusat ini dibuka pada tahun 2021.

Pada bulan Juli, pemerintah Belgia memperkenalkan a persyaratan untuk semua investasi langsung oleh perusahaan di luar Uni Eropa dalam industri “sensitif” yang akan diperiksa oleh badan federal untuk mengetahui potensi risiko keamanan nasional. Industri-industri ini mencakup infrastruktur penting, bahan mentah, energi, dan pertahanan.

Setelah berpuluh-puluh tahun bersikap relatif terbuka, pemerintah negara-negara Barat menjadi lebih berhati-hati dalam beberapa tahun terakhir mengenai tingkat akses yang mereka izinkan kepada perusahaan-perusahaan Tiongkok, dengan alasan masalah keamanan.

November lalu, pemerintah Jerman memblokir penjualan salah satu pabrik semikonduktornya ke perusahaan teknologi milik Tiongkok karena kekhawatiran akan keamanan. Sebulan sebelumnya, kekhawatiran yang sama mendorong Berlin untuk melakukan intervensi dalam pembelian saham operator terminal pelabuhan Hamburg oleh raksasa pelayaran Tiongkok Cosco, yang mengakibatkan pengurangan kepemilikan saham.

Bulan lalu, Alibaba mengumumkan rencana untuk memisahkan dan mencatatkan Cainiao di bursa saham Hong Kong.

Berita tentang IPO mendatang muncul enam bulan setelah raksasa e-commerce tersebut mengatakan pihaknya bermaksud membagi bisnisnya menjadi enam unit terpisah, masing-masing diawasi oleh CEO dan dewan direksinya sendiri.

— Juliana Liu berkontribusi dalam pelaporan.

Dinas keamanan Belgia sedang intens memantau Alibaba, perusahaan e-commerce asal Tiongkok, karena munculnya kekhawatiran terkait keamanan data dan privasi pengguna. Tindakan ini diambil untuk melindungi kepentingan dan keamanan warga Belgia dalam menggunakan platform tersebut. Pemerintah Belgia menekankan pentingnya perlindungan data pribadi dalam era digital yang semakin maju.

Source

Pos terkait