BTN Syariah mencatatkan peningkatan laba di atas 70 persen

BTN Syariah Catatkan Kenaikan Laba Di Atas 70 Persen

Topautopay.com – BTN Syariah mencatatkan peningkatan laba di atas 70 persen pada tahun ini, menunjukkan pertumbuhan yang sangat positif. Kinerja yang gemilang ini menandakan kesuksesan strategi bisnis yang diterapkan oleh BTN Syariah dalam menjalankan usaha perbankan syariah di Indonesia. Hal ini juga menjadi bukti bahwa pasar perbankan syariah semakin berkembang dan menjanjikan.

LABA Unit Usaha Syariah (UUS) milik PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. mencatatkan kenaikan positif pada kuartal III 2023. Sementara itu, laporan keuangan Bank BTN menunjukkan laba bersih UUS BTN melonjak 70,40% year-on-year (y-o-y) dari Rp 235,27 miliar pada kuartal III 2022 menjadi Rp 400,89 miliar . Hal ini tentu saja turut meningkatkan laba bersih bank BTN. Direktur Utama Bank BTN Nixon LP LP Napitupulu mengatakan, kinerja positif BTN Syariah seiring dengan meningkatnya minat masyarakat Indonesia untuk membeli rumah melalui skema pembiayaan syariah. Baca juga: Dukung Gaya Hidup Sehat, Panasonic Ikut Bangkitnya BTN Jakarta Run 2023. “Mayoritas Masyarakat Indonesia Beragama Islam Hal Ini Menjadi Basis Pelanggan Kuat Bisnis Pembiayaan Perumahan Syariah. Kami Optimistis BTN Syariah masih banyak ruang untuk terus tumbuh karena dapat melayani kebutuhan pembiayaan perumahan masyarakat Indonesia,” jelas Nixon dalam keterangan resmi yang diterima, Senin (27/11). Laba bersih BTN Syariah disumbang oleh penyaluran pembiayaan yang meningkat sebesar 17,94 % year-on-year dari Rp 30,35 triliun menjadi Rp 35,79 triliun pada Q3/2023 Hingga Q3 2023, pembiayaan perumahan tercatat masih mendominasi penyaluran pembiayaan di BTN Syariah atau sebesar 97,43%.Baca juga: BTN Jakarta Jalankan 2023 12.600 BTN Syariah Pelari turut serta menggalang DPK senilai Rp36,25 triliun pada Q3 2023 atau meningkat 16,76% YoY dari Rp31,05 triliun pada Q3 2022. Dengan kinerja tersebut, aset syariah tercatat tumbuh 17,26% YoY dari Rp41,29 triliun pada Q3 2022 menjadi Rp 48,41 triliun pada Q3 2023. Sementara itu, laba bersih BTN Syariah turut menopang laba bersih Bank BTN. Hingga kuartal III 2023, Bank BTN mencatatkan laba bersih sebesar Rp2,31 triliun atau sesuai target perseroan. Selain kontribusi bisnis syariah, perolehan laba bersih Bank BTN juga ditopang oleh kinerja positif perseroan, mulai dari KPR, pinjaman berbunga tinggi, hingga lonjakan fee based income. Nixon mengatakan perusahaannya optimis akan mampu mencapai targetnya pada akhir tahun ini. “Sektor perumahan mulai bergairah dan insentif pemerintah akan semakin mendorong bisnis pembiayaan perumahan menuju pertumbuhan positif hingga tahun 2024. Momentum ini akan terus kami bangun dengan berbagai inisiatif bisnis yang terus kami laksanakan,” kata Nixon. Laporan keuangan Bank BTN menunjukkan hingga kuartal III 2023, bank yang fokus pada pembiayaan perumahan ini mencatatkan total pinjaman dan pembiayaan senilai Rp318,30 triliun atau lebih dari 9,87% year-on-year. Peningkatan ini didorong oleh pertumbuhan Kredit Properti Bersubsidi (KPR) yang tumbuh 11,87% YoY dari Rp140,97 triliun menjadi Rp157,71 triliun pada kuartal III 2023. Berbagai inisiatif yang dilakukan Bank BTN terus menunjukkan hasil positif. Segmen pinjaman dengan imbal hasil tinggi, misalnya, menunjukkan hasil yang sangat baik. Kredit Mudah (Kring) Pegawai tumbuh 17,59% y/y menjadi Rp 4,32 triliun pada Q3/2023. Pada periode yang sama, Kredit Pemilikan Rumah (KAR) tumbuh 10,63% y/y menjadi Rp 7,34 triliun. Kredit Usaha Rakyat (KUR) juga melonjak 162,82% YoY menjadi Rp 1,60 triliun pada Q3 2023. Ekosistem transaksi digital Bank BTN juga berkontribusi terhadap peningkatan fee based income yang signifikan. Dalam ekosistem ini, Bank BTN menawarkan layanan lengkap mulai dari transaksi grosir hingga ritel melalui BTN Mobile. Dengan hasil berbeda tersebut, Banka BTN mencatatkan total fee based income pada Q3/2023. yang meningkat 67,32% YoY menjadi Rp 2,36 triliun. Di sisi lain, Bank BTN juga menghimpun Dana Pihak Ketiga (DPK) senilai Rp323,90 triliun atau meningkat 3,54% YoY dari Rp312,84 triliun pada kuartal III 2022. Inisiatif Bank BTN dalam menjaga cost of fund (CoF) juga turut membantu meningkatkan porsi dana murah. Tercatat, porsi dana murah (tabungan giro/CASA) bank BTN meningkat 358 basis poin (bps) menjadi 49,48% per kuartal III/2023. Dengan kinerja keseluruhan tersebut, hingga kuartal III 2023, total aset Bank BTN mencapai Rp409,68 triliun atau meningkat 5,24% dibandingkan tahun sebelumnya. (Z-10)

LABA Unit Usaha Syariah (UUS) milik PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. mencatatkan kenaikan positif pada kuartal III 2023. Sementara itu, laporan keuangan Bank BTN menunjukkan laba bersih UUS BTN melonjak 70,40% year-on-year (y-o-y) dari Rp 235,27 miliar pada kuartal III 2022 menjadi Rp 400,89 miliar .

Bacaan Lainnya

Hal ini tentu saja turut meningkatkan laba bersih bank BTN.

Direktur Utama Bank BTN Nixon LP LP Napitupulu mengatakan, kinerja positif BTN Syariah seiring dengan meningkatnya minat masyarakat Indonesia untuk membeli rumah melalui skema pembiayaan syariah.

“Mayoritas masyarakat Indonesia beragama Islam sehingga menjadi basis klien yang kuat untuk bisnis pembiayaan perumahan dengan skema syariah. Kami optimis BTN Syariah memiliki banyak ruang untuk terus tumbuh guna melayani kebutuhan pembiayaan perumahan masyarakat Indonesia,” jelas Nixon dalam keterangan resmi yang diterima, Senin (27 November).

Laba bersih BTN Syariah disumbang oleh penyaluran pembiayaan yang meningkat 17,94% YoY dari Rp30,35 triliun menjadi Rp35,79 triliun pada Q3/2023. Hingga triwulan III tahun 2023, pembiayaan perumahan tercatat masih mendominasi penyaluran pembiayaan di BTN Syariah atau sebesar 97,43%.

BTN Syariah juga menghimpun DPK senilai Rp36,25 triliun pada Q3 2023 atau meningkat 16,76% yoy dari Rp31,05 triliun pada Q3 2022. Dengan kinerja tersebut, aset syariah tercatat tumbuh 17,26% YoY dari Rp41,29 triliun pada Q3 2022 menjadi Rp 48,41 triliun pada Q3 2023.

Sementara itu, laba bersih BTN Syariah juga turut menopang laba bersih Bank BTN. Hingga kuartal III 2023, Bank BTN mencatatkan laba bersih sebesar Rp2,31 triliun atau sesuai target perseroan. Selain kontribusi bisnis syariah, perolehan laba bersih Bank BTN juga ditopang oleh kinerja positif perseroan, mulai dari KPR, pinjaman bunga tinggi, hingga lonjakan fee based income.

Nixon mengatakan perusahaannya optimis akan mampu mencapai targetnya pada akhir tahun ini.

“Sektor perumahan mulai bergairah dan insentif yang diberikan Pemerintah akan semakin mendorong bisnis pembiayaan perumahan tumbuh positif hingga tahun 2024. Momentum ini akan terus kami bangun dengan berbagai inisiatif bisnis yang terus kami laksanakan,” kata Nixon.

Laporan keuangan Bank BTN hingga kuartal III 2023, bank yang fokus pada pembiayaan perumahan ini mencatatkan total kredit dan pembiayaan senilai Rp318,30 triliun atau meningkat 9,87% year-on-year. Peningkatan ini didorong oleh pertumbuhan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) bersubsidi yang tumbuh 11,87% YoY dari Rp 140,97 triliun menjadi Rp 157,71 triliun pada Q3 2023.

Berbagai inisiatif bank BTN terus menunjukkan hasil positif. Segmen kredit bunga tinggi, misalnya, menunjukkan kinerja yang sangat baik. Kredit Ringan (Kring) pegawai tumbuh 17,59% YoY menjadi Rp 4,32 triliun pada Q3/2023. Pada periode yang sama, Kredit Agunan Rumah (KAR) tumbuh 10,63% YoY menjadi Rp7,34 triliun. Kredit Usaha Rakyat (KUR) juga melonjak 162,82% YoY menjadi Rp 1,60 triliun pada Q3 2023.

Ekosistem transaksi digital Bank BTN juga berkontribusi terhadap peningkatan fee based income yang signifikan. Dalam ekosistem ini, Bank BTN menawarkan layanan lengkap mulai dari transaksi grosir hingga ritel melalui BTN Mobile. Dengan hasil berbeda tersebut, Banka BTN mencatatkan total fee based income pada Q3/2023. yang meningkat 67,32% YoY menjadi Rp 2,36 triliun.

Di sisi lain, Bank BTN juga menghimpun Dana Pihak Ketiga (DPK) senilai Rp323,90 triliun atau meningkat 3,54% YoY dari Rp312,84 triliun pada kuartal III 2022. Inisiatif Bank BTN dalam menjaga cost of fund (CoF) juga turut membantu meningkatkan porsi dana murah. Tercatat, porsi dana murah (tabungan giro/CASA) bank BTN meningkat 358 basis poin (bps) menjadi 49,48% per kuartal III/2023. Dengan kinerja keseluruhan tersebut, hingga triwulan III 2023, total aset Bank BTN mencapai Rp409,68 triliun atau meningkat 5,24% dibandingkan tahun sebelumnya. (Z-10)

BTN Syariah mencatatkan peningkatan laba di atas 70 persen pada tahun ini. Kinerja yang membanggakan ini tentunya merupakan hasil dari strategi bisnis yang efektif dan komitmen perusahaan untuk memberikan layanan terbaik bagi pelanggannya. Harapan untuk terus mempertahankan pertumbuhan positif akan menjadi predikat bagi BTN Syariah ke depan.

Source

Pos terkait