Anies ingin Indonesia tidak berubah menjadi negara kekuatan

Anies ingin Indonesia tidak berubah menjadi negara kekuatan

Topautopay.com – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan ingin Indonesia tetap menjaga keberagaman dan tidak berubah menjadi negara kekuatan. Menurutnya, kekuatan bukanlah satu-satunya tujuan yang harus dikejar, tetapi juga keberagaman dan keadilan yang harus dipertahankan. Hal ini menjadi perhatian Anies saat ini dalam membangun Indonesia ke depan.

Calon presiden dari Koalisi Perubahan Anies Baswedan ingin mempertahankan Indonesia sebagai negara hukum agar tidak bergeser menjadi negara kekuasaan. Hal itu disampaikannya dalam acara yang digelar Forum Lingkungan Hidup atau Walhi bertajuk Konferensi Kaum Muda Kembalikan Indonesia di Jakarta, Sabtu (25/11). Dalam acara tersebut, Anies memaparkan tiga pilar pembangunan berkelanjutan yang ingin didorongnya. Salah satu pilar tersebut adalah penegakan hukum tanpa diskriminasi terhadap perusak lingkungan hidup. Mantan Gubernur DKI Jakarta ini mengatakan negara akan sulit maju jika supremasi hukum tidak dijaga dengan baik. Di negara hukum, kekuasaan diatur oleh hukum. Di negara kekuasaan, hukum diatur oleh kekuasaan. Kita tidak ingin apa yang terjadi akhir-akhir ini mendorong negara kita menjadi negara kekuasaan, namun kita ingin Indonesia tetap berada di bawah kekuasaan. negara hukum,” jelas Anies. Baca juga: Anies Keluar dari Program Food Estate karena Merusak Lingkungan Pilar lain yang ia sebutkan adalah penerapan ekologi berkeadilan dalam pembangunan. Bagi Anies, upaya pengarusutamaan ekologi penting agar setiap pembangunan yang dilakukan tetap memasukkan unsur ekologi yang sebenarnya. Pilar ketiga adalah pemerintahan kolaboratif. Dalam hal ini, Anies akan melakukan pendekatan gerakan, bukan pendekatan programatis. Oleh karena itu, masyarakat dapat ikut terlibat dalam pembangunan yang dilakukan pemerintah. Baca Juga: Ini Ciri-Ciri Negara Gagal Menurut Anies Lebih lanjut, Anies juga menyebut ada empat komponen perubahan yang diusungnya. Pertama, memperbaiki program yang sudah berjalan. Kedua, memperbaiki program yang sudah berjalan. Ketiga, hentikan program yang sedang berjalan. Keempat, lakukan hal-hal yang belum Anda lakukan. “Jika keempat hal ini ada, perubahan akan bisa terjadi lebih cepat,” ujarnya. Anies menjadi satu-satunya calon presiden yang hadir dalam acara tersebut meski Walhi juga mengundang Prabowo Subianto dan Ganjar Pranowo. Direktur Eksekutif Walhi Zenzi Suhadi mengatakan konferensi tersebut dihadiri 1.280 mahasiswa dari 29 provinsi. “Sebenarnya kami mengundang tiga calon presiden dalam konferensi ini, tiga besar Indonesia, namun paslon nomor urut 2 dan 3 tidak bisa hadir,” kata Zenzi. Menurutnya, konferensi tersebut memberikan momentum politik kepada generasi muda untuk mengemukakan ide-idenya guna keluar dari krisis yang terjadi di Indonesia. Zenzi menyebutkan dua krisis utama yang dihadapi dunia saat ini, yaitu kenaikan suhu bumi dan ekonomi ekstraktif yang mengakibatkan ketimpangan kekayaan. (Z-2)

CALON presiden Koalisi Perubahan, Anies Baswedan, ingin menjaga Indonesia sebagai negara hukum agar tidak berubah menjadi negara kekuasaan. Hal itu disampaikannya dalam acara yang digelar Forum Lingkungan Hidup atau Walhi bertajuk Konferensi Kaum Muda Kembalikan Indonesia di Jakarta, Sabtu (25/11).

Bacaan Lainnya

Dalam acara tersebut, Anies memaparkan tiga pilar pembangunan berkelanjutan yang ingin didorongnya. Salah satu pilar tersebut adalah penegakan hukum tanpa diskriminasi terhadap perusak lingkungan hidup. Mantan Gubernur DKI Jakarta ini mengatakan negara akan sulit maju jika supremasi hukum tidak dijaga dengan baik.

Di negara hukum, kekuasaan diatur oleh hukum. Di negara kekuasaan, hukum diatur oleh kekuasaan. Kita tidak ingin apa yang terjadi akhir-akhir ini mendorong negara kita menjadi negara kekuasaan, namun kita ingin Indonesia tetap berada di bawah kekuasaan. negara hukum,” jelas Anies.

Anies akan keluar dari Program Food Estate karena merugikan lingkungan

Pilar lain yang disebutkannya adalah masuknya keadilan lingkungan dalam pembangunan. Bagi Anies, upaya pengarusutamaan ekologi penting agar setiap pembangunan yang dilakukan tetap memasukkan unsur ekologi yang sebenarnya.

Pilar ketiga adalah pemerintahan kolaboratif. Dalam hal ini, Anies akan melakukan pendekatan gerakan, bukan pendekatan programatis. Oleh karena itu, masyarakat dapat ikut terlibat dalam pembangunan yang dilakukan pemerintah.

Ini ciri-ciri negara gagal versi Anies

Lebih lanjut, Anies juga menyebut ada empat komponen perubahan yang digalakkannya. Pertama, memperbaiki program yang sudah berjalan. Kedua, memperbaiki program yang sudah berjalan. Ketiga, hentikan program yang sedang berjalan. Keempat, lakukan hal-hal yang belum Anda lakukan. “Jika keempat hal ini ada, perubahan akan bisa terjadi lebih cepat,” ujarnya.

Anies menjadi satu-satunya calon presiden yang hadir dalam acara tersebut meski Walhi juga mengundang Prabowo Subianto dan Ganjar Pranowo. Direktur Eksekutif Walhi Zenzi Suhadi mengatakan konferensi tersebut dihadiri 1.280 mahasiswa dari 29 provinsi. “Sebenarnya kami mengundang tiga calon presiden dalam konferensi ini, tiga orang terbaik Indonesia, namun paslon nomor urut 2 dan 3 tidak bisa hadir,” kata Zenzi.

Menurutnya, konferensi tersebut memberikan momentum politik kepada generasi muda untuk mengemukakan ide-idenya guna keluar dari krisis yang terjadi di Indonesia. Zenzi menyebutkan dua krisis utama yang dihadapi dunia saat ini, yaitu kenaikan suhu bumi dan ekonomi ekstraktif yang mengakibatkan ketimpangan kekayaan. (Z-2)

Anies ingin Indonesia tetap mempertahankan keberagaman dan keadilan sosial, bukan berubah menjadi negara kekuatan. Dalam visinya, Indonesia harus terus menjaga stabilitas dan kedamaian, serta memberikan perhatian pada kebutuhan rakyat. Anies percaya bahwa dengan menjaga prinsip-prinsip tersebut, Indonesia akan dapat terus berkembang secara berkelanjutan.

Source

Pos terkait