Andi Arief menjadi saksi dalam sidang korupsi PPU

Andi Arief jadi Saksi Persidangan Kasus Korupsi di PPU

Topautopay.com – Andi Arief, mantan staf khusus Presiden, menjadi saksi dalam sidang korupsi dana Penyertaan Modal Negara (PMN) pada PT Asabri. Dia memberikan kesaksian terkait keterlibatannya dalam proyek Prambanan-Pakualaman-Umbulharjo (PPU). Kesaksiannya diharapkan bisa membantu pengungkapan korupsi yang merugikan keuangan negara.

PEMIMPIN Badan Pemenangan Pemilu Partai Demokrat Andi Arief menjadi saksi dalam kasus dugaan korupsi terkait Penanaman Modal (PPU) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Penajam Paser Utara pada Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Tahun 2019 hingga 2021 yang digelar. di Pengadilan Pusat Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Samarinda. Tim JPU menghadirkan saksi Andi Arief (swasta atau Pimpinan Badan Pemenangan Pemilu Partai Demokrat) untuk diadili di Pengadilan Tipikor PN Samarinda, kata Juru Bicara KPK, Ali Fikri, dalam keterangannya, Kamis (April). 1). Andi akan bersaksi untuk kepentingan terdakwa, Ketua Direktur Perumba Benuo, Taka Heriyanto, dan Kepala Keuangan Perumba Benuo, Taka, Karim Abidin. Seorang politisi Partai Demokrat akan memberikan informasi secara online. Baca Juga: Andi Arief Diduga Terima Uang dari Kasus Korupsi Penajam Paser Utara “Yang bersangkutan hadir di Gedung Merah Putih KPK dan mengikuti persidangan secara online,” kata Ali. Kasus ini merupakan pengembangan dari kasus korupsi yang sebelumnya menjerat mantan Bupati PPU Abdul Gafur Mas’ud. CEO Perumda Benuo Taka Energi Baharun Genda juga terlibat dalam kasus ini. Baca juga: Komisi Pemberantasan Korupsi mempertanyakan Andi Arief terkait hubungannya dalam kasus mantan Bupati PPU. Kasus ini bermula dari adanya penambahan modal pada Perumda Benuo Taka sebesar Rp 29,6 miliar, Perumba Benuo Taka Energy sebesar Rp 10 miliar, dan Perumda Air Minum Danum Taka sebesar Rp 18,5 miliar. Melihat uang itu, Abdul berusaha mencari uang. Keputusan pembayaran itu diambilnya berdasarkan aturan yang tidak jelas dan tanpa melakukan kajian lebih lanjut. Perumda Benuo Taka Energi diminta mengeluarkan dana Rp 3,6 miliar. Kemudian Perumba Benuo Tak diminta mengeluarkan dana Rp 29,6 miliar. Sedangkan Perumda Air Minum Danum Taka harus mengucurkan dana sebesar Rp 18,5 miliar. Kebijakan ini menimbulkan kerugian negara sekitar Rp14,4 miliar. Sebagian uang yang dibayarkan diduga digunakan tersangka untuk keperluan pribadi. Abdul menggunakan uang Rp 6 miliar untuk menyewa jet pribadi, menyewa helikopter, dan mendukung dana untuk kebutuhan Partai Demokrat Provinsi Kalimantan Timur. Sedangkan Baharun menghabiskan uang Rp500 juta untuk membeli mobil. Heriyanto menggunakan Rp 3 miliar sebagai modal proyek. Karim dikabarkan menggunakan Rp 1 miliar untuk berinvestasi. Sebagian dari uang bekas dikembalikan. KPK menerima uang sebesar Rp659 juta yang saat ini disimpan di rekening escrow. (Z-3)

KEPALA Badan Pemenangan Pemilu Partai Demokrat Andi Arief menjadi saksi dalam kasus dugaan korupsi terkait penanaman modal (PPU) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Penajam Paser Utara pada Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Tahun 2019 hingga 2021 yang digelar. di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Samarinda.

Bacaan Lainnya

Tim JPU menghadirkan saksi Andi Arief (swasta atau Pimpinan Badan Pemenangan Pemilu Partai Demokrat) untuk diadili di Pengadilan Tipikor PN Samarinda, kata Juru Bicara KPK, Ali Fikri, dalam keterangannya, Kamis (April). 1).

Andi akan bersaksi untuk kepentingan terdakwa, Ketua Direktur Perumba Benuo, Taka Heriyanto, dan Kepala Keuangan Perumba Benuo, Taka, Karim Abidin. Seorang politisi Partai Demokrat akan memberikan informasi secara online.

Andi Arief diduga menerima uang dari kasus korupsi Penajam Paser Utara

Yang bersangkutan hadir di Gedung Merah Putih KPK dan mengikuti persidangan melalui internet, kata Ali.

Kasus ini merupakan pengembangan dari kasus korupsi yang sebelumnya menjerat mantan Bupati PPU Abdul Gafur Mas’ud. CEO Perumda Benuo Taka Energi Baharun Genda juga terlibat dalam kasus ini.

Komisi Pemberantasan Korupsi mempertanyakan Andi Arief terkait hubungannya dalam kasus mantan Bupati PPU

Kasus ini bermula dari adanya penambahan penanaman modal pada Perumda Benuo Taka sebesar Rp29,6 miliar, Perumba Benuo Taka Energy sebesar Rp10 miliar, dan Perumda Air Minum Danum Taka sebesar Rp18,5 miliar.

Melihat uang itu, Abdul berusaha mencari uang. Keputusan pembayaran itu diambilnya berdasarkan aturan yang tidak jelas dan tanpa melakukan kajian lebih lanjut.

Perumda Benuo Taka Energi diminta mengeluarkan dana Rp 3,6 miliar. Kemudian Perumba Benuo Tak diminta mengeluarkan dana Rp 29,6 miliar. Sedangkan Perumda Air Minum Danum Taka harus mengucurkan dana sebesar Rp 18,5 miliar.

Kebijakan ini menimbulkan kerugian negara sekitar Rp14,4 miliar. Sebagian uang yang dibayarkan diduga digunakan tersangka untuk keperluan pribadi. Abdul menggunakan uang Rp 6 miliar untuk menyewa jet pribadi, menyewa helikopter, dan mendukung dana untuk kebutuhan Partai Demokrat Provinsi Kalimantan Timur.

Sedangkan Baharun menghabiskan uang Rp500 juta untuk membeli mobil. Heriyanto menggunakan Rp 3 miliar sebagai modal proyek. Karim dikabarkan menggunakan Rp 1 miliar untuk berinvestasi.

Sebagian dari uang bekas dikembalikan. KPK menerima uang sebesar Rp659 juta yang saat ini disimpan di rekening escrow. (Z-3)

Andi Arief menjadi saksi dalam sidang korupsi Pembangunan Perumahan Pimpinan Umum (PPU). Sebagai mantan politisi, kesaksiannya diharapkan dapat memberikan bukti-bukti yang kuat terkait tindak korupsi yang terjadi. Hal ini diharapkan dapat membantu proses pengungkapan kejahatan korupsi dan memberikan keadilan bagi masyarakat yang dirugikan.

Source

Pos terkait