Amerika yang memveto, Retno menyayangkan kegagalan resolusi gencatan senjata

Diveto AS, Retno Sesalkan Gagalnya Resolusi Gencatan Senjata di Gaza

Topautopay.com – Amerika baru-baru ini memveto resolusi gencatan senjata yang diajukan oleh DK PBB. Hal ini menimbulkan kekecewaan dari Menteri Luar Negeri Indonesia, Retno Marsudi, yang menyatakan kegagalan resolusi tersebut sebagai hal yang menyedihkan. Amerika diharapkan untuk bekerja sama dengan negara lain guna mencapai perdamaian di berbagai konflik internasional.

Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi menyatakan penyesalannya karena Dewan Keamanan PBB (UNS) tidak mengadopsi gencatan senjata di Gaza, Palestina. Hal ini terjadi akibat Amerika Serikat (AS) menggunakan hak vetonya untuk kedua kalinya terkait Gaza. “Saya sangat menyayangkan kegagalan Dewan Keamanan PBB dalam mengadopsi gencatan senjata kemanusiaan di Gaza meskipun lebih dari 102 negara, termasuk Indonesia, ikut mensponsori resolusi tersebut,” kata Retno di akun media sosial X, Sabtu (12/9). Menurutnya, masyarakat global tidak bisa bergantung pada beberapa negara dalam hal ini. Dunia nampaknya lebih bahagia melihat barbarisme Israel yang menimpa warga Palestina di Jalur Gaza. Baca juga: AS Veto Resolusi Gencatan Senjata di Gaza “Masyarakat global tidak bisa terus bergantung pada beberapa negara dan tidak berdaya menyaksikan kekejaman dan pembunuhan terhadap perempuan dan anak-anak di Gaza,” lanjutnya. Amerika Serikat pada hari Jumat memveto resolusi Dewan Keamanan PBB yang didukung oleh hampir seluruh anggota Dewan Keamanan dan banyak negara lain yang menuntut gencatan senjata segera di Jalur Gaza. Baca juga: 60 hari setelah Israel mengebom Gaza, Indonesia meminta DK PBB segera bertindak. Warga sipil Palestina menghadapi apa yang disebut Sekjen PBB sebagai mimpi buruk kemanusiaan. AS tetap berpihak pada genosida Israel. Wakil Duta Besar AS Robert Wood mengkritik Dewan Keamanan PBB setelah pemungutan suara karena tidak mengutuk pembantaian yang dilakukan pada 7 Oktober di wilayah Israel oleh kelompok militan Palestina Hamas. Kemudian Hamas membunuh sekitar 1.200 orang, sebagian besar warga sipil, dan menyandera sekitar 240 orang. Sementara itu, serangan balik Israel merenggut nyawa lebih dari 17.000 warga Gaza, melukai ribuan orang, dan membuat jutaan orang mengungsi. Wood juga mengkritik Dewan Keamanan PBB karena tidak mengakui hak Israel untuk membela diri. Dia mengatakan resolusi tersebut berbeda dari kenyataan dan tidak akan membawa kemajuan di lapangan. Wood menyatakan bahwa menghentikan aksi militer Israel akan memungkinkan Hamas untuk terus menguasai Gaza dan hanya akan menabur benih untuk perang berikutnya. Wood menyerang para pendukung resolusi tersebut, mengkritik mereka karena terburu-buru dan tidak mengubah seruan untuk gencatan senjata tanpa syarat. (Z-4)

Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi menyatakan penyesalannya karena Dewan Keamanan PBB (UNS) tidak mengadopsi gencatan senjata di Gaza, Palestina. Hal ini terjadi akibat Amerika Serikat (AS) menggunakan hak vetonya untuk kedua kalinya terkait Gaza.

Bacaan Lainnya

“Saya sangat menyayangkan kegagalan Dewan Keamanan PBB dalam mengadopsi gencatan senjata kemanusiaan di Gaza meskipun lebih dari 102 negara, termasuk Indonesia, ikut mensponsori resolusi tersebut,” kata Retno di akun media sosial X, Sabtu (12/9).

Menurutnya, masyarakat global tidak bisa bergantung pada beberapa negara dalam hal ini. Dunia nampaknya lebih bahagia melihat barbarisme Israel yang menimpa warga Palestina di Jalur Gaza.

Baca juga: AS Memveto Resolusi Gencatan Senjata di Gaza

“Komunitas global tidak bisa terus bergantung pada beberapa negara dan tidak berdaya menyaksikan kejahatan dan pembunuhan terhadap perempuan dan anak-anak di Gaza,” lanjutnya.

Amerika Serikat pada hari Jumat memveto resolusi Dewan Keamanan PBB yang didukung oleh hampir seluruh anggota Dewan Keamanan dan banyak negara lain yang menuntut gencatan senjata segera di Jalur Gaza.

Baca juga: 60 Hari Usai Israel Bom Gaza, Indonesia Minta DK PBB Segera Bertindak

Warga sipil Palestina menghadapi apa yang disebut Sekretaris Jenderal PBB sebagai mimpi buruk kemanusiaan.

AS terus mendukung genosida Israel

Wakil Duta Besar AS Robert Wood mengkritik Dewan Keamanan PBB setelah pemungutan suara karena gagal mengutuk pembantaian 7 Oktober yang dilakukan kelompok militan Palestina Hamas di wilayah Israel.

Kemudian Hamas membunuh sekitar 1.200 orang, sebagian besar warga sipil, dan menyandera sekitar 240 orang. Sementara itu, serangan balik Israel merenggut nyawa lebih dari 17.000 warga Gaza, melukai ribuan orang, dan membuat jutaan orang mengungsi.

Wood juga mengkritik Dewan Keamanan PBB karena tidak mengakui hak Israel untuk membela diri. Dia mengatakan resolusi tersebut berbeda dari kenyataan dan tidak akan membawa kemajuan di lapangan.

Wood menyatakan bahwa menghentikan aksi militer Israel akan memungkinkan Hamas untuk terus menguasai Gaza dan hanya akan menabur benih untuk perang berikutnya.

Wood menyerang para pendukung resolusi tersebut, mengkritik mereka karena terburu-buru dan tidak mengubah seruan untuk gencatan senjata tanpa syarat. (Z-4)

Amerika telah memveto resolusi Gencatan Senjata di Dewan Keamanan PBB. Hal ini disayangkan oleh Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, yang menilai kegagalan resolusi tersebut akan memperpanjang konflik dan memperburuk situasi kemanusiaan di negara yang terkena dampak. Semoga solusi diplomasi dapat segera ditemukan untuk mengakhiri konflik tersebut.

Source

Pos terkait