Agar tidak monoton, KPU memastikan intensitas interaksi antar

Agar tidak Monoton, KPU Pastikan Intensitas Interaksi Antar Calon Meningkat

Topautopay.com – Agar tidak monoton, KPU (Komisi Pemilihan Umum) memastikan intensitas interaksi antar calon dan pemilih dalam penyelenggaraan Pemilu. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam proses demokrasi dan memperkuat hubungan antara calon dan pemilih. KPU berkomitmen untuk menciptakan suasana yang dinamis dan partisipatif dalam setiap tahapan Pemilu.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) menjamin intensitas perdebatan capres dan cawapres akan semakin meningkat. Hal ini sebagai jawaban atas berbagai kritik terkait debat calon presiden yang dipimpin KPU yang terkesan monoton sekaligus bertele-tele. “Kami pastikan dalam rangkuman tersebut akan semakin terbuka peluang interaksi antar calon debat pemilu 2024,” tegas Ketua KPU RI Hasyim Asy’ari, Senin (12/11). Baca juga: Perolehan 19,8 Juta Suara Prabowo-Gibran dalam 48 Hari di Kuisioner “Sebagai gambaran, pertama-tama saya sampaikan bahwa panelis akan menyiapkan 18 pertanyaan, ada 6 segmen, artinya setiap segmen ada 3 pertanyaan. “Satu segmen ada tiga pertanyaan,” imbuhnya. Kemudian, kata Hasyim, masing-masing calon menjawab pertanyaan secara acak sebelum masuk debat. Baca juga: Timnas AMIN Bersyukur atas Lonjakan Elektabilitas Anies-Muhaimin. Dia mencontohkan, paslon A membeberkan jawabannya, kemudian calon B dan C diberi kesempatan untuk menanggapi apa yang disampaikan oleh calon A. “Setelah dia menjawab, Kandidat A juga mendapat kesempatan untuk menjawab untuk memperjelas nanti pada bagian debat itu,” ujarnya Hasyim mengenang. Di awal, sebelum sesi tanya jawab dimulai, masing-masing pasangan calon diberi kesempatan untuk menyampaikan visi dan misi program sesuai topiknya, “Topiknya adalah pemerintahan, pemberantasan korupsi, hak asasi manusia, dan pelayanan publik.” akan menyampaikan visi dan misi program dalam durasi tertentu, dan selanjutnya akan kami perdalam dengan daftar pertanyaan acak,” kata Hasyim. Intinya, lanjut Hasyim, ada enam segmen debat sehingga pasangan calon mempunyai kesempatan berinteraksi satu sama lain lebih lama dibandingkan debat capres dan cawapres sebelumnya. “Gambarannya seperti itu, jadi segmen dua tiga empat lima bisa dikatakan aktif, bisa dikatakan semuanya interaktif antar kandidat, tentunya dipimpin oleh seorang moderator,” ujarnya. Hasyim menjelaskan, debat akan berlangsung selama 150 menit. Namun sebenarnya waktu diskusi yang berdurasi 120 menit itu akan dibagi menjadi enam segmen. Pembukaan segmen pertama adalah pembacaan peraturan perundang-undangan untuk menyampaikan visi dan misi program kerja, kata Hasyim, di gedung KPU RI, Jakarta, Senin (12/11). Segmen kedua dan ketiga dilakukan pendalaman visi misi dan program kerja, misalnya akan ada tanya jawab dan interaksi antara pasangan calon dengan pasangan calon lainnya, ujarnya. Yang keempat dan kelima, kata Hasyim, adalah tanya jawab dan jawaban, misalnya akan terjadi proses interaksi menjawab pertanyaan pasangan calon dan jawaban pasangan calon lainnya. Pada akhirnya, pasangan calon akan mendapat kesempatan untuk memberikan pidato penutup. (Ykb/Z-7)

Komisi Pemilihan Umum (KPU) menjamin intensitas perdebatan capres dan cawapres akan semakin meningkat.

Bacaan Lainnya

Hal ini sebagai jawaban atas berbagai kritik terkait debat calon presiden yang dipimpin KPU yang terkesan monoton sekaligus bertele-tele.

“Kami pastikan dalam rangkuman tersebut akan semakin terbuka peluang interaksi antar kandidat pada debat Pemilu 2024,” tegas Ketua KPU RI Hasyim Asy’ari, Senin (12/11).

Lonjakan 19,8 juta suara Prabowo-Gibran dalam 48 hari patut dipertanyakan

“Sebagai ilustrasi, pertama-tama saya sampaikan bahwa panelis akan menyiapkan 18 pertanyaan, tetapi ada 6 segmen, yaitu disiapkan 3 pertanyaan untuk setiap segmen. “Satu segmen memiliki tiga pertanyaan,” tambahnya.

Kemudian, kata Hasyim, masing-masing calon menjawab pertanyaan secara acak sebelum mengikuti debat.

Timnas AMIN bersyukur elektabilitas Anies-Muhaimin melejit

Ia mencontohkan, pasangan calon A mengungkapkan jawabannya, kemudian calon B dan C mendapat kesempatan untuk menanggapi apa yang disampaikan calon A.

“Menyusul tanggapan tersebut, calon A juga diberikan kesempatan untuk memberikan tanggapan untuk memperjelas bagian perdebatan tersebut,” ujarnya.

Hasyim mengenang, pada awalnya sebelum mengajukan pertanyaan, setiap pasangan calon diberi kesempatan untuk menyampaikan visi dan misi program sesuai topik.

“Topiknya pemerintahan, pemberantasan korupsi, HAM dan pelayanan publik. “Intinya visi dan misi program akan kami sampaikan terlebih dahulu dalam durasi tertentu, selanjutnya kami akan memperdalamnya dengan daftar pertanyaan acak,” kata Hasyim.

Intinya, lanjut Hasyim, ada enam segmen debat sehingga pasangan calon mempunyai kesempatan berinteraksi satu sama lain lebih lama dibandingkan debat capres dan cawapres sebelumnya.

“Gambarannya begini, sampai segmen dua tiga empat lima bisa dikatakan aktif, bisa dikatakan semuanya interaktif antar kandidat, tentunya dipimpin oleh seorang moderator,” ujarnya.

Hasyim menjelaskan, debat akan berlangsung selama 150 menit. Namun sebenarnya waktu diskusi yang berdurasi 120 menit itu akan dibagi menjadi enam segmen.

Pembukaan segmen pertama adalah pembacaan peraturan perundang-undangan untuk menyampaikan visi dan misi program kerja, kata Hasyim, di gedung KPU RI, Jakarta, Senin (12/11).

Segmen kedua dan ketiga dilakukan pendalaman visi misi dan program kerja, misalnya akan ada tanya jawab dan interaksi antara pasangan calon dengan pasangan calon lainnya, ujarnya.

Yang keempat dan kelima, kata Hasyim, adalah tanya jawab dan jawaban, misalnya akan terjadi proses interaksi menjawab pertanyaan pasangan calon dan jawaban pasangan calon lainnya. Pada akhirnya, pasangan calon akan mendapat kesempatan untuk memberikan pidato penutup. (Ykb/Z-7)

Agar tidak monoton, KPU memastikan intensitas interaksi antar anggota tetap tinggi. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan sinergi dan kerjasama dalam menjalankan tugas. Dengan adanya interaksi yang intens, diharapkan ide-ide segar dan solusi baru dapat tercipta untuk menghadapi berbagai tantangan yang dihadapi oleh KPU.

Source

Pos terkait